Cara Menuju KL Sentral dari KLIA/ KLIA 2


I’m brash and abrasive but that’s because I’ve noticed when people are nice and polite they never get anywhere (Mahathir Mohamad)

Saya sudah mengunjungi negeri jiran kita ini beberapa kali. Saya juga pernah sampai di Negeri Sembilan seraya memperhatikan persamaan dan perbedaan suku Minangkabau di Indonesia dengan saudaranya di tanah Malaka ini. Sebelumnya, kunjungan saya ke Malaysia bisa dikatakan kunjungan manja karena saya menginap di rumah teman/ kerabat dan kemana-mana diantar dengan mobil pribadi. Satu kesempatan lain ke Malaysia, tepatnya KL adalah sewaktu transit dalam perjalanan menuju Iran tahun lalu. Walaupun hanya beberapa jam, saya sempat menikmati ‘Semalam di Malaysia’ di Sepang dan tentunya sarapan dengan ‘Nasi Lemak’.

DSC_0439

Petronas Tower di malam hari

Continue reading

Advertisements

Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling


dsc_0008

Galata Tower dilihat dari Eminonu, Istanbul, Turki

.

Every light is not the sun (Alexander the Great)

Biasanya sewaktu traveling, saya membawa koper dan backpack, beserta satu tas kamera. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara packing saya, antara lain: moda transportasi, tujuan traveling, musim, kondisi kesehatan, dan tempat menginap.

Dari semua moda transportasi, saya paling suka kereta api, lalu mobil pribadi, bus dan terakhir pesawat terbang. Kereta api menjadi favorit saya karena tidak banyak menghabiskan waktu untuk check-in, boarding dan tetek bengeknya. Stasiun kereta api juga di tengah kota sehingga memberi banyak kemudahan. Selain itu, saya tak harus khawatir dengan berat dan isi koper jika bepergian dengan kereta api.

Kereta api memang menyenangkan! Tak heran, saya dulu paling tidak membeli 3 buah tiket Kruidvart dalam satu kali penerbitannya karena itulah kesempatan saya untuk keliling Belanda dengan kereta api dengan harga murah. Dan sejauh ini, perjalanan favorit saya dengan kereta api adalah ketika saya pergi ke Roma dari Rotterdam. Rute yang saya pakai waktu itu adalah: Rotterdam – Utrecht – Zurich – Chur – Samedan – Tirano – Milano – Roma. Untuk balik ke Amsterdam dari Roma, saya sih pakai pesawat 😛

Continue reading

Trip Satu Hari ke Giethoorn, Negeri Dongeng dari Belanda


g0

Giethoorn

Beter allen, dan in kwaad gezelschap  (Dutch Proverb)

Saya pertama kali mendengar kata ‘Giethoorn’ sewaktu saya mengikuti Boatweek, satu metode kuliah Sustainable Development dari kampus, di mana perkuliahan dilaksanakan di atas kapal selama kurang lebih satu pekan. Kami tidur, mandi, makan di atas kapal tersebut. Kapal tersebut mengitari beberapa kota di Belanda, seperti Utrecht, Delft, Rotterdam, Leiden, Haarlem dan berakhir di Amsterdam. Sesekali kami turun untuk melakukan observasi, mengambil data atau kunjungan ke industri yang sudah tergolong sustainable.

OK, balik lagi ke Giethoorn. Desa ini terletak di daerah Steenwijkerland, Propinsi Overijssel, Kerajaan Belanda. Desa ini menjadi booming setelah Bert Haanstra, seorang pembuat film asal Belanda, membuat film komedinya yang berjudul ‘Fanfare’ di sini pada tahun 1958.

Continue reading

Sedikit Cerita Tentang Maroko


img_1770

Masjid Hassan II, Casablanca

Suara adzan terdengar nyaring sekali. Indah sekali. Ini di Padang? Tak mungkin di Belanda, mana ada adzan Shubuh di Belanda. Dalam setengah sadar, perlahan saya mencoba bangkit ke kamar mandi. Aww, kenapa tungkainya jadi sakit sekali? O, iya. Semua babak belur di tungkai dan tenggorokan ini sisa perjalanan dari Sahara kemarin. Dan ini tentu bukan Padang, bukan Indonesia. Ini Marrakech, dan ini Maroko…. 

Sebenarnya mau bikin note yang lebih rapi dan lebih lengkap, tapi karena belum punya waktu luang untuk itu, Insya Allah dibikinnya kapan-kapan saja. Berhubung banyaknya pertanyaan tentang trip ke Maroko ke inbox saya, saya akan merangkumnya berupa tips dan trik saja, barangkali ada yang pengen tau juga.

img_0544

Medrasa Ben Yousef, Marrakech

Continue reading

Schloss Neuschwanstein: Ceritera dari Negeri Dongeng


 img_0492

I wish to remain an eternal enigma to myself and to others (Konig Ludwig II von Bayern)

 

Hampir semua orang pernah mendengar cerita Cinderella atau menonton film-film klasik ala Walt Disney. Semua cerita tersebut melibatkan keluarga kerajaan di negeri dongeng dengan istananya yang khas: memiliki menara yang tinggi dan biasanya terletak di puncak bukit atau gunung dan di dekatnya ada danau yang dipenuhi angsa-angsa putih yang berenang di atasnya. Saya pernah bertanya-tanya apakah tempat seperti itu benar-benar ada atau hanya ada di dalam khayalan pembuat film saja.

Ternyata Tempat Seperti Itu Benar-benar ada!

Tak sengaja saya pernah mem-browsing tujuan wisata di Jerman dan sampailah pada gambar Kastil Nueschwanstein. Saya terpana sejenak mengagumi kecantikannya. Lalu membulatkan tekad untuk melihatnya secara langsung. Alhamdulillah, segala kemudahan datang menghampiri sehingga saya bisa menyusun trip kecil dengan jadwal yang lebih cepat dari yang saya duga. Kastil ini terletak di dekat Munich, di sebuah desa yang bernama Schwangau. Sebelumnya, Munich bagi saya hanya identik dengan Uni Hitri (yang selalu dijanji-janjikan untuk dikunjungi, hehe), TU Munich dan FC Bayern Munich.

Continue reading