Pengalaman Ojek Online


Sebenarnya, saya dulu bukan penggemar ojek. Pertama, karena tarif ojek tidak pernah jelas dan suka-suka si pengendara saja. Kedua, tidak terlalu aman. Pengendara ojek seringkali tidak bisa diberi pemahaman tentang keselamatan di jalan raya.

Biasanya mereka berkilah, “Kalau gitu nggak sampai-sampai, Mbak. Habis waktu saya. Saya masih butuh cari lagi setelah ini.” Alasan yang bisa dimengerti tapi tentu saja bertentangan dengan standar keselamatan yang saya punya. Alhasil, saya jadi lebih senang naik si burung biru 😃.

Seiring dengan populernya ojek online di Indonesia. Saya pun penasaran. Ongkosnya sangat murah dan konon pelayanannya lebih bagus. Saya pun mencoba dan saya suka. Karena ongkos transportasi saya bisa berkurang 60% dan ternyata si abang ojek sangat bisa diajak berkompromi. Saya selalu bilang kepada mereka, “Kita hati-hati dan ikut rambu lalu lintas saja ya”. Mereka menyanggupi dan jadilah sekarang saya pemakai setia mereka. Untuk jarak yang lebih dari 5 km, saya masih lebih suka taksi atau layanan taksi online.

Continue reading

Tersesat di Granada!


img_0437

I want the Arabic Granada, that which is art, which is all that seems to me beauty and emotion

(Isaac Albeniz, Spanish pianist and composer)

Dari Madrid, bus Alsa yang saya tumpangi melesat ke Granada, di Propinsi Granada di wilayah Andalusia. Saya sudah memesan bus ini secara online sebelumnya. O, iya, pada waktu itu, tiket online tersebut harus dipesan dengan kartu debit keluaran Spanyol atau kartu kredit terbitan Eropa. Kartu debit Maestro keluaran ABN AMRO andalan saya tentu saja tidak berlaku. Akhirnya, saya harus meminta bantuan seorang teman yang memiliki rekening di bank Spanyol untuk melakukan ini.

Kenapa saya tidak menggunakan kereta api Renfe?

Maunya sih begitu. Tapi tiket Renfe kan lebih mahal daripada bus. Kantong saya yang ala mahasiswa bisa cepat kempes nantinya 🙂

Continue reading

Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling


dsc_0008

Galata Tower dilihat dari Eminonu, Istanbul, Turki

.

Every light is not the sun (Alexander the Great)

Biasanya sewaktu traveling, saya membawa koper dan backpack, beserta satu tas kamera. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara packing saya, antara lain: moda transportasi, tujuan traveling, musim, kondisi kesehatan, dan tempat menginap.

Dari semua moda transportasi, saya paling suka kereta api, lalu mobil pribadi, bus dan terakhir pesawat terbang. Kereta api menjadi favorit saya karena tidak banyak menghabiskan waktu untuk check-in, boarding dan tetek bengeknya. Stasiun kereta api juga di tengah kota sehingga memberi banyak kemudahan. Selain itu, saya tak harus khawatir dengan berat dan isi koper jika bepergian dengan kereta api.

Kereta api memang menyenangkan! Tak heran, saya dulu paling tidak membeli 3 buah tiket Kruidvart dalam satu kali penerbitannya karena itulah kesempatan saya untuk keliling Belanda dengan kereta api dengan harga murah. Dan sejauh ini, perjalanan favorit saya dengan kereta api adalah ketika saya pergi ke Roma dari Rotterdam. Rute yang saya pakai waktu itu adalah: Rotterdam – Utrecht – Zurich – Chur – Samedan – Tirano – Milano – Roma. Untuk balik ke Amsterdam dari Roma, saya sih pakai pesawat 😛

Continue reading