Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling


dsc_0008

Galata Tower dilihat dari Eminonu, Istanbul, Turki

.

Every light is not the sun (Alexander the Great)

Biasanya sewaktu traveling, saya membawa koper dan backpack, beserta satu tas kamera. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara packing saya, antara lain: moda transportasi, tujuan traveling, musim, kondisi kesehatan, dan tempat menginap.

Dari semua moda transportasi, saya paling suka kereta api, lalu mobil pribadi, bus dan terakhir pesawat terbang. Kereta api menjadi favorit saya karena tidak banyak menghabiskan waktu untuk check-in, boarding dan tetek bengeknya. Stasiun kereta api juga di tengah kota sehingga memberi banyak kemudahan. Selain itu, saya tak harus khawatir dengan berat dan isi koper jika bepergian dengan kereta api.

Kereta api memang menyenangkan! Tak heran, saya dulu paling tidak membeli 3 buah tiket Kruidvart dalam satu kali penerbitannya karena itulah kesempatan saya untuk keliling Belanda dengan kereta api dengan harga murah. Dan sejauh ini, perjalanan favorit saya dengan kereta api adalah ketika saya pergi ke Roma dari Rotterdam. Rute yang saya pakai waktu itu adalah: Rotterdam – Utrecht – Zurich – Chur – Samedan – Tirano – Milano – Roma. Untuk balik ke Amsterdam dari Roma, saya sih pakai pesawat 😛

Business trip dan liburan tentu memerlukan packing yang sedikit berbeda. Untuk biztrip, barang-barang yang berhubungan dengan pekerjaan tentunya adalah prioritas. Saya mungkin harus membawa laptop dan tentunya ini perlu perlakuan khusus. Jika untuk liburan saya lebih suka membawa backpack, untuk business trip saya lebih suka membawa koper ukuran kabin karena membawa laptop di backpack membuat punggung saya menjadi pegal.

Traveling di musim dingin terasa lebih ribet dan berat karena perlengkapannya lebih banyak. Biasanya, perlengkapan musim dingin seperti sweater, winter coat, sepatu boot dan ‘PPE’ (Personal Protection Equipment) lainnya akan langsung saya pakai dan dibawa ke kabin. Sekalian untuk jaga-jaga seandainya jalan keluar-masuk pesawat tidak dilengkapi garbarata, seperti yang pernah saya alami di Bandara Atatürk, Konya dan Kayseri.

Kondisi kesehatan juga mempengaruhi check list bawaan saya, terutama menyangkut obat dan pakaian pendukung. Dan kalau tidak terlalu sehat, barang bawaan diusahakan tidak terlalu berat.

Hal terakhir yang mempengaruhi cara packing saya adalah tempat menginap. Untuk business trip, saya biasanya diberi fasilitas menginap di hotel dengan rating yang tinggi, dengan amenities bagus plus laundry. Jadi, saya tak harus membawa pakaian yang banyak. Untuk liburan, saya biasanya menginap di hostel atau hotel yang murah meriah yang fasilitas seadanya. Jika seprei dan sarung bantal tak terlihat higienis, saya akan menggantinya dengan kain sarung yang dibawa, yang ternyata tak hanya menjadi ambassador Indonesia, tapi juga serbaguna untuk segala suasana *jempol* 😀

 Berikut item yang wajib dibawa ke kabin pesawat, tempat duduk kereta api dan bus:

  1. Satu stel baju, termasuk pakaian dalam dan kerudung Seandainya bagasi besar saya tidak ditemukan, saya masih punya cadangan pakaian.
  2. Mukena parasut.
  3. Kosmetik yang sangat diperlukan.
  4. Semua barang berharga.
  5. Kaca mata item buat gaya 😎
  6. Buku catatan kecil dan pulpen.
  7. Cotton buds dan perlengkapan lain.
  8. Obat diare, untuk mengantisipasi sistem gastronomi saya yang mudah upset.
  9. Universal plug.
  10. Semua gadget, charger dan batterainya. Saya sempat membaca bahwa baterai apapun tidak boleh dibawa ke dalam checked baggage dengan alasan keamanan. Tapi saya juga sempat mendengar hal yang sebaliknya. Sejauh ini, saya selalu membawa di kabin dan belum pernah ada masalah. Berikut penjelasan lebih lanjut dari IATA, Airsafe dan contoh peraturan dari Cathay Pacific. Untuk Garuda Indonesia, ada beberapa batasan terkait baterai lithium, seperti yang dijelaskan di sini.
  11. Bekal, jika bepergian dengan low-cost carrier. Makanan yang dibeli di atas kendaraan biasanya sangat mahal.
  12. Bantal leher, jika diperlukan.

Ada beberapa hal yang wajib saya masukkan ke dalam koper besar, antara lain:

  1. Obat-obatan
  2. Kosmetik, yang sudah dimasukkan ke dalam wadah yang lebih mini
  3. Sarung, yang nanti bisa berfungsi sebagai seprei, sarung bantal, jubah mandi, selimut, alas duduk, dan lain-lain. Serba guna sekali!
  4. Pakaian secukupnya, yang diatur sedemikian rupa sehingga 1 kerudung cocok untuk beberapa pakaian.
  5. Peniti dan bros, untuk kerudung yang ditata sendiri, biar tetap manis dan kece kalo difoto.
  6. Kerudung, yang warnanya matching untuk beberapa pakaian.
  7. Kerudung instant. Patut disyukuri bahwa kita hidup di mana kerudung instant banyak yang fashioble tapi tetap syar’i.
  8. Pakaian tidur. Tentunya ini tergantung tempat menginap juga. Jika hanya akan tidur di ruangan ber-AC, biasanya 1 baju dipakai untuk 5 hari atau lebih, hehe.
  9. Pakaian dalam sekali pakai.
  10. Pakaian dalam berkantong, untuk menyimpan paspor atau uang dalam jumlah besar. Biasanya kantongnya diisi jika sudah melewati security gate dan pada waktu berjalan-jalan di daerah tujuan. Kehilangan paspor bukanlah hal yang sepele sewaktu traveling.
  11. Makanan kecil, seperti coklat dan biskuit, untuk pengganjal perut seandainya makanan (halal) belum ditemukan.
  12. Indomie (sengaja sebut merek, karena saya punya saham di sana, walaupun sebesar biji zarah :D). Traveling ke mana pun, saya selalu membawa Indomie dan biasanya habis dimakan 😛
  13. Handuk kecil, buat jaga-jaga jika handuk yang disediakan hostel tidak terlihat higienis.
  14. Jaket atau sweater.
  15. Sambal cabe.
  16. Plester P3K
  17. Pembalut jika sudah dekat hari-H. Tak lucu kan kalau tiba-tiba kedatangan tamu sewaktu berada di tengah gurun Sahara dan tak punya persediaan apapun 😛
  18. Kantong plastik, yang akan digunakan untuk banyak keperluan.
  19. Travel cooker (optional). Saya biasanya membawa travel cooker hanya kalau business trip. Sangat lumayan untuk memasak nasi, bikin telor ceplok atau Indomie 🙂
  20. Tisu basah (optional)
  21. Dry-bag (optional), biasanya untuk traveling ke daerah perairan. Tapi bagus juga digunakan untuk kesempatan lain karena cukup ampuh juga dipakai sewaktu kehujanan.
  22. Oleh-oleh untuk penduduk setempat, jika bepergian ke daerah pelosok Nusantara. Buku, pakaian renang, kaca mata renang adalah beberapa hal yang mungkin diperlukan oleh masyarakat pantai.
  23. Untuk yang suka modelling, wardrobe-nya bisa dibawa juga. Itung-itung foto-fotonya sekalian bisa mempromosikan daerah yang menjadi latar tempatnya.

 

travel-cooker

Travel Cooker saya seperti ini. Pic credit: http://www.azulbarrientos.com

Banyak ya? Ya, namanya perempuan, haha. Saya baru merasa tenang jika membawa perlengkapan sebanyak ini, haha. O, iya, selain perlengkapan, aspek Health & Safety selama bepergian juga patut diperhatikan.

Advertisements

4 thoughts on “Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s