Berkunjung ke Taman Buah Mekarsari


Long time no post, euy…

DSC_0010

Dari sekian banyak utang tulisan, saya memilih untuk menuliskan ini terlebih dahulu karena masih relatif baru dan tentunya masih segar dalam ingatan.

Ide ini bermula saat saya dan teman-teman kantor makan siang bersama dan memutuskan untuk mencoba menghabiskan akhir pekan bersama di suatu tempat yang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Sebenarnya ada pilihan lain ketika itu, namun akhirnya pilihan dijatuhkan kepada Taman Buah Mekarsari, yang terletak di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

Sebenarnya, saya sendiri pernah berkunjung ke salah satu taman buah yang terbesar di dunia ini pada tahun 1996. Seingat saya, pada waktu itu hari hujan dan saya tak punya waktu banyak untuk menjelajahi taman buah yang diprakarsai oleh Ibu Tien Soeharto ini.

Menurut beberapa referensi yang saya baca, Taman Buah Mekarsari berusaha mempromosikan agronomi Indonesia, pembiakan hewan dan konservasi keragaman hayati (biodiversity). Taman ini menyediakan banyak aktivitas untuk anak-anak dan orang dewasa, area perkemahan, waterpark dan kebun besar yang ditumbuhi beragam pohon buah-buahan. Paket yang ditawarkan taman ini berupa ala carte atau paket yang disediakan oleh managemen.

Saya dan teman-teman berangkat dari Bekasi dengan mobil teman saya mengikuti Jalan Narogong, lalu dilanjutkan dengan Jalan Jonggol – Cileungsi. Perjalanan mencapai Mekarsari menempuh waktu selama kurang lebih 1 jam, yang tidak terasa lama karena kami sibuk bercerita dan bercanda.

Mobil bisa masuk ke dalam kawasan taman dengan dikenai biaya sebesar Rp 20.000 per mobil. Mobil bisa diparkir di parkir yang terletak di depan pintu masuk. Setelah itu, masing-masing orang harus membayar sebesar Rp 25.000 untuk tiket masuk yang memungkinkan pengunjung untuk mengeksplor area taman bagian depan. Pengunjung diberikan gelang kertas dan sebuah kartu yang akan digunakan jika melakukan transaksi keuangan di dalam taman buah, seperti membeli tiket lanjutan, souvenir, dan buah-buahan. Sebenarnya, saya suka dengan model costumized seperti ini karena kita hanya perlu membayar wahana yang benar-benar kita inginkan. Tapi, menurut saya harga tiket masuk ini agak kemahalan untuk kegiatan yang hanya memungkinkan untuk melihat-lihat saja.

IMG-20171028-WA0004

Setelah masuk, kami melihat-lihat area lobi utama yang terdiri dari urban gardening yang memberi inspirasi untuk bercocok tanam di lahan sempit dan vertikal, Pusat Informasi, ATM, tempat makan, 3D-photo dan tempat pembelian tiket untuk wahana-wahana lainnya.

Mekarsari (5)

Salah satu ide urban gardening. Lucu ya? 🙂

Jadi, untuk memasuki area pemetikan buah pada kebunnya masing-masing, pengunjung diharuskan membayar tiket tambahan. Kami memilih yang paling efisien saja, yaitu tiket kereta ke Danau Mekar Sari seharga Rp. 15.000. Yang termasuk dalam paket ini adalah biaya kereta bolak-balik ke Danau Mekar Sari dan 1 buah jeruk.

Area pemberangkatan kereta keliling berada di seberang lobi utama. Tak lama setelah kami naik, kereta keliling yang mirip odong-odong ini mulai menjelajahi area perkebunan Taman Buah Mekar Sari. Kereta ini hanya diisi oleh 8 orang (termasuk supir) sehingga kami cukup leluasa untuk berfoto-foto ria di atas kereta.

Mekarsari (45)

Selama perjalanan menuju Danau Mekarsari, kami disuguhi pemandangan perkebunan buah-buahan yang berasal dari Indonesia dan negara lain. Satu hal yang saya ingat, saya baru tahu bahwa bahasa Inggris untuk jambu air adalah ‘water apple’. Tak pernah kepikiran selama ini, hehehe.

DSC_0041

Menara air Mekarsari

Di tengah perjalanan, kereta berhenti di sebuah kios. Jatah jeruk kami diambil di sana. Kami juga membeli gorengan dan air mineral.

Sesampainya di danau, kami bersantai-santai terlebih dahulu memakan bekal, ngobrol, dan berfoto-foto di Jembatan Cinta.

DSC_0045

Danau Mekarsari

Ada beberapa atraksi di Danau Mekarsari, antara lain panahan, sepeda couple, sepeda, sepeda air, speedboat, perahu naga, dan lain-lain, yang harganya berkisar antara Rp.15.000-55.000 per atraksi. Kami memilih berkeliling Danau Mekarsari dengan perahu naga seharga Rp. 15.000 selama kurang lebih 15 menit. Satu life-jacket disediakan untuk satu penumpang.

Mekarsari (49)

Di atas perahu naga

Setelah menaiki perahu naga, kami menyewa tikar seharga Rp.10.000 untuk bersantai-santai. Tak jauh dari tempat kami menggelar tikar, pengunjung bisa menikmati terapi ikan.

Kami kembali kembali ke lobi utama setelah puas menghabiskan waktu di Danau Mekarsari. Tujuan selanjutnya adalah D’Farm, untuk mengunjungi rumah hobbit, melihat kuda poni dan melihat beberapa satwa yang diperlihatkan di sana. Kami tak lama menghabiskan waktu di sini karena cuaca yang memang agak mendung sudah mulai berganti gerimis.

Mekarsari (24)

Rumah Hobbit

Mengingat kami sedang mengunjungi taman buah, kami pun menuju toko buah di dalam kawasan taman buah ini. Sayang sekali, ternyata tidak banyak buah-buahan yang dijual di situ. Saya lebih memilih membeli buah di pasar tradisional saja, hehe.

Kami belum selesai mengunjungi semua area taman buah seluas 264 hektare ini. Diperlukan lebih dari 1 hari untuk mengelilingi taman buah ini.

Fasilitas Umum

  • Mushalla
  • ATM
  • Toilet, yang tersedia di banyak spot, dengan level kebersihan yang beraneka ragam. Sebaiknya membawa sendiri tissue basah
  • Ada beberapa tempat makan yang tersedia di dalam kawasan taman buah, seperti kedai es krim, jajanan, bakso, nasi padang, dll. Walaupun begitu, kami memilih makan di luar.

Rincian Biaya:

Masuk mobil Rp. 20.000/ mobil

Masuk individu Rp 25.000/ orang

Kereta keliling Rp 15.000/ orang

Naik perahu naga Rp 15.000/ orang

Sewa tikar Rp. 10.000

 

 

 

Advertisements

Pengalaman Ojek Online


Sebenarnya, saya dulu bukan penggemar ojek. Pertama, karena tarif ojek tidak pernah jelas dan suka-suka si pengendara saja. Kedua, tidak terlalu aman. Pengendara ojek seringkali tidak bisa diberi pemahaman tentang keselamatan di jalan raya.

Biasanya mereka berkilah, “Kalau gitu nggak sampai-sampai, Mbak. Habis waktu saya. Saya masih butuh cari lagi setelah ini.” Alasan yang bisa dimengerti tapi tentu saja bertentangan dengan standar keselamatan yang saya punya. Alhasil, saya jadi lebih senang naik si burung biru 😃.

Seiring dengan populernya ojek online di Indonesia. Saya pun penasaran. Ongkosnya sangat murah dan konon pelayanannya lebih bagus. Saya pun mencoba dan saya suka. Karena ongkos transportasi saya bisa berkurang 60% dan ternyata si abang ojek sangat bisa diajak berkompromi. Saya selalu bilang kepada mereka, “Kita hati-hati dan ikut rambu lalu lintas saja ya”. Mereka menyanggupi dan jadilah sekarang saya pemakai setia mereka. Untuk jarak yang lebih dari 5 km, saya masih lebih suka taksi atau layanan taksi online.

Continue reading

IKEA, H&M, dan ZARA


Disclaimer:

Tulisan ini membahas perilaku dan pola pikir sebagian masyarakat Indonesia terhadap brand luar negeri, bukan menjelekkan brand yang disebutkan.

***

Sedikit intermezzo tentang tulisan jalan-jalan ke Spanyol yang tertinda-tunda terus.

Sebulan yang lalu, saya akhirnya bertandang ke IKEA Alam Sutera, sebuah toko furniture asal Swedia, yang sebenarnya juga menjual pernak-pernik rumah tangga dan beberapa jenis makanan. Ya, sejak Oktober 2014 silam, IKEA resmi hadir di Indonesia, dengan PT Hero Supermarket sebagai pemegang lisensinya. Sebelumnya, IKEA yang paling dekat dengan Indonesia adalah di Singapura. Sehingga sangat wajar, jika kita mengunjungi si Kota Singa, produk IKEA adalah salah satu barang yang kerap kali diminta sebagai oleh-oleh.

Continue reading

Tentang Pramugari


Beberapa hari yang lalu, media massa Indonesia dan medsos dipenuhi oleh postingan tentang pramugari Garuda Indonesia yang mengendong seorang nenek yang mempunyai kesulitan untuk berjalan. Konon, sang nenek juga terburu-buru karena harus mengejar penerbangan lain. Karena kursi roda yang menjadi service belum datang juga, si pramugari dan seniornya berinisiatif menggendong si nenek. Aksi sang pramugari mendapat respon positif dari masyarakat luas. Mereka diundang makan bersama Bapak Menteri Perhubungan, dan diberi penghargaan. Kalau menurut hemat saya, sang pramugari hanya menjalankan tugasnya, tapi tampaknya tak semua orang juga yang tergerak hatinya melakukan hal yang sama, sehingga akhirnya dia layak mendapat penghargaan.

Alasan saya membuat tulisan tentang pramugari adalah karena pramugari merupakan bagian dari sebuah acara jalan-jalan jika kita menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Pemberi layanan pada kereta api dan bus kadangkala juga disebut pramugari atau pramugara, tapi pramugari yang saya maksud di sini adalah yang bekerja di pesawat terbang. Kenapa pramugari saja, tidak termasuk pramugara? Tidak ada alasan khusus, mungkin jika ada ide saya akan membuat tulisan tentang pramugara 🙂

Pramugari merupakan salah satu bagian terpenting dalam bisnis penerbangan, terbukti setiap review tentang suatu maskapai, tingkat pelayanan yang diberikan oleh pramugari kepada penumpang selalu diikutsertakan. Pantas saja, ada kategori World’s Best Cabin Crew dalam World’s Airlines Award. Garuda Indonesia pun pernah mendapatkannya lebih dari satu kali.

Continue reading

Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling


dsc_0008

Galata Tower dilihat dari Eminonu, Istanbul, Turki

.

Every light is not the sun (Alexander the Great)

Biasanya sewaktu traveling, saya membawa koper dan backpack, beserta satu tas kamera. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara packing saya, antara lain: moda transportasi, tujuan traveling, musim, kondisi kesehatan, dan tempat menginap.

Dari semua moda transportasi, saya paling suka kereta api, lalu mobil pribadi, bus dan terakhir pesawat terbang. Kereta api menjadi favorit saya karena tidak banyak menghabiskan waktu untuk check-in, boarding dan tetek bengeknya. Stasiun kereta api juga di tengah kota sehingga memberi banyak kemudahan. Selain itu, saya tak harus khawatir dengan berat dan isi koper jika bepergian dengan kereta api.

Kereta api memang menyenangkan! Tak heran, saya dulu paling tidak membeli 3 buah tiket Kruidvart dalam satu kali penerbitannya karena itulah kesempatan saya untuk keliling Belanda dengan kereta api dengan harga murah. Dan sejauh ini, perjalanan favorit saya dengan kereta api adalah ketika saya pergi ke Roma dari Rotterdam. Rute yang saya pakai waktu itu adalah: Rotterdam – Utrecht – Zurich – Chur – Samedan – Tirano – Milano – Roma. Untuk balik ke Amsterdam dari Roma, saya sih pakai pesawat 😛

Continue reading