Jalan-jalan ke Kampus: ITB, TU Delft, dan MIT


Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid (Albert Einstein)

Disclaimer: 

Postingan ini berdasarkan ingatan saya sewaktu mengunjungi kampus-kampus ini, dan tentunya sangat tidak up-to-date, termasuk foto-fotonya. ITB tahun 2015, TU Delft tahun  2013 dan MIT tahun 2007.

Dikarenakan memiliki latar belakang engineering, saya selalu memperhatikan perkembangan perguruan tinggi teknik. Saya tertarik mengetahui apa yang mereka lakukan, apa saja yang mereka teliti, bagaimana mereka mengembangkan intelektuas mahasiswanya, termasuk bagaimana bangunan fisik mereka. Saya sudah mengunjungi beberapa kampus, dan yang paling berkesan buat saya adalah ITB, TU Delft dan MIT.

b0

Aula Barat, bangunan ikonik kampus ITB Ganesha

Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang memfokuskan perhatiannya kepada teknologi, sains dan seni. Kampus ITB sangat kecil dibandingkan dengan kampus-kampus lain di Indonesia. Saya membagi bangunannya menjadi 3 tipe. Yang pertama, bangunan zaman kolonial, seperti Departemen Teknik Sipil, Aula Barat, dan Aula Timur. Yang kedua, bangunan zaman pertengahan 🙂, yaitu bangunan yang dibangun sesudah zaman kolonial tapi sebelum era pembangunan bangunan kaca, yaitu sebelum tahun 1990an, seperti Departemen Teknik Industri dan Teknik Mesin. Yang ketiga, bangunan baru, yaitu bangunan yang dibangun tahun 1990an dan 2000an, seperti Labtek Putih sampai Labtek Biru. Bangunan yang ini terlihat lebih futuristik.

Continue reading

Advertisements