Mencari Makanan Halal di Perth


Satu hal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan oleh pemeluk Islam ketika berkunjung ke Australia adalah makanan. Mudah sekali mencari makanan halal di benua kangguru ini, baik di kota besar ataupun kota kecil. Di kota-kota besar, tentunya akan ada lebih banyak pilihan. Di kota kecil, pilihan cukup terbatas, tapi kalau sekadar kebab Turki biasanya selalu ada sih.

Ada beberapa pilihan makanan halal di Perth CBD. Dulu, sewaktu berkunjung ke ibukota state Western Australia ini tahun 2007, saya dan kolega sempat mengunjungi salah satu restoran Lebanon dan salah satu restoran Indonesia. Sewaktu kembali tahun 2022 silam, saya tidak menemukan restoran tersebut lagi. Tetapi, saya menemukan beberapa pilihan yang lain.

Continue reading

Sempat Kehilangan Hape di Perth!


Tahun lalu, sewaktu saya mendarat di Perth International Airport sekitar jam 7 malam, saya sudah kelelahan. Memang, saya meeting seharian di Broome, lalu bersegera ke bandara untuk mengembalikan mobil sewaan dan check-in. Ternyata bandaranya tutup. Broome ini hanya kota kecil dengan bandara yang kecil juga. Bandaranya tidak selalu buka, bahkan pada siang hari sekalipun. Saya harus duduk di bangku bandara yang tidak begitu ergonomis. Akibatnya, saya tidak bisa beristirahat dengan nyaman, ditambah saya harus menjaga semua koper saya.

Balik lagi ke bandara Perth, setelah mengambil koper, saya segera menuju tempat pemesanan taksi. Setelah itu, saya minta dia segera menuju apartemen. Singkat kata, setelah sampai di apartemen, saya menurunkan koper dan segera menuju kantor apartemen untuk check-in.

Setelah check-in, saya mencoba mencari hape saya di dalam tas. Tidak ada. Saya cari di dalam saku trench coat. Tidak ada juga. Saya cek lagi bagian dalam tas. Ternyata masih tidak ada. Saya panik!

Continue reading

Bus Gratis di Perth


Perth adalah kota yang pertama kali saya kunjungi di benua Australia. Ini terjadi tahun 2007 silam untuk business trip guna berpartisipasi dalam KBR’s IMPACT Conference. Walaupun hanya 1 hari 1 malam, saya dan kolega sempat menghabiskan satu hari penuh untuk mengitari Perth. Setelah itu, kami segera menuju kantor KBR di Perth CBD untuk bergabung dengan kolega lain yang sudah berdatangan dari seluruh dunia. IMPACT Conference sendiri diadakan di Swan Valley, sebuah kota kecil yang berada di dekat Perth. O, iya, IMPACT adalah organisasi karyawan muda KBR (pengalaman tidak lebih dari 8 tahun) sebagai ajang networking, self-development dan tentunya bersenang-senang yang dibayari oleh kantor 🙂

Di Swan Valley, saya melihat kangguru untuk pertama kalinya. Pengalaman yang sangat mengesankan. By the way, kalau diingat-ingat, sewaktu masih menjadi junior engineer, saya lumayan aktif untuk berpartisipasi dalam kegiatan organisasi selain urusan pekerjaan. Sewaktu di Shell, saya juga masih aktif di Young Shell dan Shell Women’s Network. Sekarang? Haha, saya lebih suka ke kantor untuk bekerja saja. Paling saya hanya hadir untuk acara-acara ‘ladies club’ dan pengajian kantor. Untuk kegiatan hore-hore, saya memilih aktivitas di luar circle professional. Makin ke sini, saya lebih suka dengan tegas memisahkan urusan personal dan profesional, termasuk orang-orangnya, hehe.

Nah, salah satu yang saya ingat dari kunjungan tahun 2007 lalu, saya dan kolega sempat naik bus gratis sewaktu mencari masjid untuk sholat Jumat. Sewaktu kembali lagi tahun 2022 silam, Perth sudah banyak berubah. Iseng-iseng, saya bertanya kepada resepsionis hotel tentang bus gratis ini. Eh, ternyata masih ada! Namanya adalah CAT Bus – Central Area Transit.

Continue reading

Free Tram Zone di Melbourne


Sejauh ini, Melbourne adalah kota favorit saya di Australia. Ada banyak hal yang saya sukai dari Melbourne:

  1. Mudahnya mencari makanan halal. Ada restoran Indonesia, Malaysia, Timur Tengah, dan lain-lain. Kedai kebab Turki yang dimasak orang Turki bisa dilihat di banyak sudut kota.
  2. Iklimnya bagus. Tidak terlalu dingin atau terlalu panas.
  3. Saya sudah tahu tempat mencari oleh-oleh yang murah meriah, yaitu Victoria Market. Bisa jadi ada tempat yang lebih murah, tapi sejauh ini, Victoria Market adalah tempat termurah yang saya temui.
  4. Ada banyak tujuan destinasi yang bisa dijangkau dari Melbourne, seperti konservasi kangguru dan koala, pantai, pengunungan, dan lain-lain.
  5. Ada The University of Melbourne. Saya hampir melanjutkan kuliah S2 di sini sebelum akhirnya memutuskan ke TU Delft, Belanda. Walaupun begitu, University of Melbourne selalu punya tempat di pikiran saya.
  6. Free tram zone yang gratis!

Tapi tidak semuanya gratis juga sih, hanya untuk wilayah yang masih bisa dianggap bagian dari CBD ini. Berhubung saya selalu tinggal di area CBD, saya selalu dapat naik dan turun tram sesuka saya. Sekali lagi, ini hanya berlaku untuk tram, tidak untuk bus atau kereta api. Untuk bus, kereta api ataupun tram di luar area free zone, pengguna transportasi harus menggunakan kartu Myki Card yang bisa dibeli di convenience store atau stasiun kereta api.

Untuk keterangan lebih lanjut, bisa dilihat di website Public Transport Victoria.

Skydeck Melbourne: Melbourne from the Top


Saya baru mengetahui Skydeck Melbourne ini dari salah satu episode The Return of Superman, ketika William mengunjungi neneknya yang tinggal di Melbourne. The Return of Superman ini adalah TV show dari stasiun TV Korea, KBS, yang menampilkan aktivitas bapack-bapack untuk mengasuh anak tanpa bantuan istri.

Dari episode tersebut yang saya tonton di masa pandemi, sepertinya seru juga untuk melihat kota Melbourne dari ketinggian. Pada waktu berkunjung ke Melbourne tahun 2019 silam, saya belum tahu apa-apa tentang Skydeck ini. Kolega kantor juga tidak bilang apa-apa. Mereka sepertinya tidak terlalu tertarik atau malah tidak peduli, haha.

Continue reading