Bebas Visa ke Serbia buat Paspor Indonesia!


Per hari ini, 14 Oktober 2017, pemegang paspor Indonesia, termasuk yang hijau, diperbolehkan memasuki wilayah teritori Serbia selama 30 hari TANPA VISA!

Yeahh!

Berikut adalah pernyataan yang diambil dari laman resmi Ministry of Foreign Affairs of Republic of Serbia di sini:

At its meeting of 6 October 2017, the Government of the Republic of Serbia adopted the Decision on visa exemption for the nationals of the Republic of Indonesia, holders of ordinary passports. 

The Decision is published in the “Official Gazette of the Republic of Serbia” No. 090/2017 of 6 October 2017 and enter into force on 14 October 2017. Under the Decision, the nationals of the Republic of Indonesia can enter, transit through and stay in the territory of the Republic of Serbia without a visa, during a period not exceeding 30 days from the date of entry, within period of one year, if there are no hindrances defined in Article 11 of the Law on Foreigners .

Continue reading

Advertisements

Pengalaman Naik KLM KL-810, Jakarta – Kuala Lumpur


Eenzaam maar niet alleen (Koningin Wilhemnina van Nederland)

Bulan Agustus lalu, saya sempat ke Kuala Lumpur untuk mengikuti workshop PHAST & Safeti 8.0 yang diselenggarakan oleh DNV GL Malaysia. Saya beruntung sekali dapat mengikuti workshop ini karena dua software tersebut adalah software yang sangat ingin saya kuasai.

Saya lalu mencari tiket penerbangan di Traveloka. Ada banyak pilihan di sana untuk penerbangan dari Jakarta ke KL, mulai dari Malaysia Airlines, Air Asia, Malindo Air, Lion Air, sampai Singapore Airlines. Malaysia Airlines menawarkan harga yang cukup murah ketika itu, bahkan bisa 1 juta untuk PP. Tapi saya tidak terlalu tertarik.

Mata saya tertuju pada salah satu maskapai yang cukup familiar: KLM, alias Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, yang sekarang sudah bergabung di bawah bendera Air France KLM. Lalu saya ingat kalau saya belum pernah naik KLM, satu kali pun. Dulu, waktu masih jamannya bolak-balik ke Belanda, saya hanya menggunakan Emirates dan Singapore Airlines. Soalnya takut makanannya gak enak, hehe. Apalagi untuk perjalanan panjang, masa roti-roti doang, belum tentu halal pula 😊

Terus, kok ya rasanya kurang afdhol kalau sudah pernah tinggal di Belanda, tapi belum mencoba sekalipun maskapai nasionalnya.

Continue reading

Lebaran van Oranje


Selamat Hari Raya Idul Fitri

Salamaik Hari Rayo

Eid Mubarak

Gezegende Suikerfeest

Ramazan Mubarak Kutlu Olsun

 

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah salah satu hari raya besar di dalam Islam. Di Indonesia, sepertinya hari raya inilah yang paling besar dan paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Terbukti bahwa pada hari raya ini, para perantau mudik ke kampung halaman masing-masing. Pemerintah beserta instansi terkait menyiapkan posko-posko khusus untuk mudik ini. Lebaran Idul Fitri dan mudik telah menjadi agenda rutin nasional setiap tahunnya.

Di negara lain, paling tidak Timur Tengah, lebaran haji lebih semarak perayaannya. Tapi entah lah, buat saya, keduanya sama pentingnya. Yang pasti, setelah bekerja, saya selalu mengambil cuti untuk kedua lebaran ini 😊

Continue reading

IKEA, H&M, dan ZARA


Disclaimer:

Tulisan ini membahas perilaku dan pola pikir sebagian masyarakat Indonesia terhadap brand luar negeri, bukan menjelekkan brand yang disebutkan.

***

Sedikit intermezzo tentang tulisan jalan-jalan ke Spanyol yang tertinda-tunda terus.

Sebulan yang lalu, saya akhirnya bertandang ke IKEA Alam Sutera, sebuah toko furniture asal Swedia, yang sebenarnya juga menjual pernak-pernik rumah tangga dan beberapa jenis makanan. Ya, sejak Oktober 2014 silam, IKEA resmi hadir di Indonesia, dengan PT Hero Supermarket sebagai pemegang lisensinya. Sebelumnya, IKEA yang paling dekat dengan Indonesia adalah di Singapura. Sehingga sangat wajar, jika kita mengunjungi si Kota Singa, produk IKEA adalah salah satu barang yang kerap kali diminta sebagai oleh-oleh.

Continue reading

Cara Memesan Tiket Al Hambra Secara Online


Seperti yang sudah dituliskan di postingan sebelumnya tentang Al Hambra, ada beberapa cara yang digunakan untuk mendapatkan tiket Al Hambra, yang paling praktis menurut saya adalah dengan membeli online.

Pada tahun 2011, saya dan teman-teman mengunjungi Schloss Neuschwanstein di Jerman. Salah seorang di antara kami menganjurkan untuk membeli langsung saja karena menurutnya sedikit mengantri tidak apa-apa. Saya menurut, karena gak mau dibilang nyinyir 😛

Dan ketika kami sampai di sana, antriannya ternyata mengular kemana-mana. Walaupun sudah datang jam 11 siang ke lokasi, kami baru bisa masuk ke kastil rancangan Raja Ludwig II ini jam 5 sore. Untung saja daerah sekitarnya bagus, jadi kami gak terlalu mati gaya. And I have learned my lessons. Sejak saat itu, jika dimungkinkan untuk membeli tiket secara online, akan saya beli secara online. Dan oh iya, dan sejak saat itu, nyinyir dengan alasan ingin meningkatkan efektivitas bukan hal yang menakutkan lagi buat saya 🙂

Continue reading