Pengalaman Toilet di Mancanegara


May your life be like toilet paper, long and useful 🙂 (unknown)

Toilet adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menjaga keseimbangan massa dan energi di dalam tubuh kita, kita harus mengeluarkan gas (berupa kentut atau sendawa), liquid (berupa pipis) dan bahan semi-solid (aka pup). Hehe, chemical engineer loh ini yang punya blog 😊

Saat traveling, toilet adalah salah satu item yang membuat saya harap-harap cemas, takut dapat yang kotor dan membuat selera makan hilang berhari-hari. Maklum, saya orangnya jijik-an luar biasa. Jangankan melihat output defekasi manusia yang asli, melihat gambar yang menjijikkan pun saya bisa mual sendiri. Dan jangankan melihat yang asli ataupun gambar, membayangkan saja pun bisa mual. Makanya saya tak suka ada pembicaraan yang mengarah ke toilet jika sedang makan, karena pikiran saya langsung menggembara kemana-mana 😛 Kata temen psikolog, saya punya daya imajinasi multicolor. Apapun itu, it is a blessing and a curse 😊

Continue reading

Advertisements

Pengalaman Naik KLM KL-810, Jakarta – Kuala Lumpur


Eenzaam maar niet alleen (Koningin Wilhemnina van Nederland)

Bulan Agustus lalu, saya sempat ke Kuala Lumpur untuk mengikuti workshop PHAST & Safeti 8.0 yang diselenggarakan oleh DNV GL Malaysia. Saya beruntung sekali dapat mengikuti workshop ini karena dua software tersebut adalah software yang sangat ingin saya kuasai.

Saya lalu mencari tiket penerbangan di Traveloka. Ada banyak pilihan di sana untuk penerbangan dari Jakarta ke KL, mulai dari Malaysia Airlines, Air Asia, Malindo Air, Lion Air, sampai Singapore Airlines. Malaysia Airlines menawarkan harga yang cukup murah ketika itu, bahkan bisa 1 juta untuk PP. Tapi saya tidak terlalu tertarik.

Mata saya tertuju pada salah satu maskapai yang cukup familiar: KLM, alias Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, yang sekarang sudah bergabung di bawah bendera Air France KLM. Lalu saya ingat kalau saya belum pernah naik KLM, satu kali pun. Dulu, waktu masih jamannya bolak-balik ke Belanda, saya hanya menggunakan Emirates dan Singapore Airlines. Soalnya takut makanannya gak enak, hehe. Apalagi untuk perjalanan panjang, masa roti-roti doang, belum tentu halal pula 😊

Terus, kok ya rasanya kurang afdhol kalau sudah pernah tinggal di Belanda, tapi belum mencoba sekalipun maskapai nasionalnya.

Continue reading

Mendadak Solo di Madrid


img_0064

Palacio Real de Madrid

There is no greater glory than love, nor any greater punishment than jealousy

(Lope de Vega, born in Madrid)

Saya baru saja membantu menyiapkan itinerary untuk teman saya yang akan berkunjung ke Andalusia Spanyol tahun 2017 ini, hingga saya harus kembali mengingat-ingat trip yang sudah saya eksekusi tahun 2010 silam. Tujuh tahun yang lalu! Mengingat Spanyol adalah salah satu negara favorit saya, Insya Allah saya mengingat sebagian besar detailnya karena semuanya sangat berkesan.

Akhirnya saya posting saja di sini. Dulu juga sudah di-publish di Multiply, tapi tulisannya sudah almarhum bersamaan dengan ditutupnya sang platform.

Tahun 2010 adalah salah satu tahun yang sibuk dalam sejarah jalan-jalan saya :D. List-nya adalah seperti berikut:

  • Februari : Spanyol
  • Mei : Skotlandia, Belgia
  • Juli : Jerman, Malaysia
  • Agustus : Inggris
  • Oktober : Belgia (lagi!)
  • Desember : Spanyol (lagi!), Maroko

Jalan-jalan terus, kapan kuliahnya? Haha. Alhamdulillah ada waktu. Lagipula, kuliah saya kan tidak dibayar dengan beasiswa dari uang rakyat Indonesia. Jadi, boleh lah sebagian uang dan waktunya saya pakai untuk bersenang-senang.

O, iya. Ini belum termasuk trip-trip kecil di Belanda, seperti menikmati parade bunga di Keukenhof, Boatweek – mengitari Belanda lewat kanal dan sungai, Afsluitdijk kebanggaan Belanda di Zeeland, dan weekend gateaway lainnya. Alhamdulillah. Saya ingin disibukkan lagi oleh acara jalan-jalan, semoga Allah Mengizinkan 🙂

Continue reading

Tentang Pramugari


Beberapa hari yang lalu, media massa Indonesia dan medsos dipenuhi oleh postingan tentang pramugari Garuda Indonesia yang mengendong seorang nenek yang mempunyai kesulitan untuk berjalan. Konon, sang nenek juga terburu-buru karena harus mengejar penerbangan lain. Karena kursi roda yang menjadi service belum datang juga, si pramugari dan seniornya berinisiatif menggendong si nenek. Aksi sang pramugari mendapat respon positif dari masyarakat luas. Mereka diundang makan bersama Bapak Menteri Perhubungan, dan diberi penghargaan. Kalau menurut hemat saya, sang pramugari hanya menjalankan tugasnya, tapi tampaknya tak semua orang juga yang tergerak hatinya melakukan hal yang sama, sehingga akhirnya dia layak mendapat penghargaan.

Alasan saya membuat tulisan tentang pramugari adalah karena pramugari merupakan bagian dari sebuah acara jalan-jalan jika kita menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Pemberi layanan pada kereta api dan bus kadangkala juga disebut pramugari atau pramugara, tapi pramugari yang saya maksud di sini adalah yang bekerja di pesawat terbang. Kenapa pramugari saja, tidak termasuk pramugara? Tidak ada alasan khusus, mungkin jika ada ide saya akan membuat tulisan tentang pramugara 🙂

Pramugari merupakan salah satu bagian terpenting dalam bisnis penerbangan, terbukti setiap review tentang suatu maskapai, tingkat pelayanan yang diberikan oleh pramugari kepada penumpang selalu diikutsertakan. Pantas saja, ada kategori World’s Best Cabin Crew dalam World’s Airlines Award. Garuda Indonesia pun pernah mendapatkannya lebih dari satu kali.

Continue reading

Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling


dsc_0008

Galata Tower dilihat dari Eminonu, Istanbul, Turki

.

Every light is not the sun (Alexander the Great)

Biasanya sewaktu traveling, saya membawa koper dan backpack, beserta satu tas kamera. Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi cara packing saya, antara lain: moda transportasi, tujuan traveling, musim, kondisi kesehatan, dan tempat menginap.

Dari semua moda transportasi, saya paling suka kereta api, lalu mobil pribadi, bus dan terakhir pesawat terbang. Kereta api menjadi favorit saya karena tidak banyak menghabiskan waktu untuk check-in, boarding dan tetek bengeknya. Stasiun kereta api juga di tengah kota sehingga memberi banyak kemudahan. Selain itu, saya tak harus khawatir dengan berat dan isi koper jika bepergian dengan kereta api.

Kereta api memang menyenangkan! Tak heran, saya dulu paling tidak membeli 3 buah tiket Kruidvart dalam satu kali penerbitannya karena itulah kesempatan saya untuk keliling Belanda dengan kereta api dengan harga murah. Dan sejauh ini, perjalanan favorit saya dengan kereta api adalah ketika saya pergi ke Roma dari Rotterdam. Rute yang saya pakai waktu itu adalah: Rotterdam – Utrecht – Zurich – Chur – Samedan – Tirano – Milano – Roma. Untuk balik ke Amsterdam dari Roma, saya sih pakai pesawat 😛

Continue reading