Naik Bus Gratis GO-KL


Satu hal yang saya suka tentang Kuala Lumpur adalah banyaknya kesempatan untuk menghemat uang :D. Hal yang ingin saya bahas di sini adalah Bus GO KL.

Sebelumnya, saya tak tahu menahu tentang bus ini karena kunjungan ke KL sebelumnya selalu menggunakan mobil pribadi sehingga tak terlalu paham moda transportasi umum di KL. Lalu, seorang kenalan dari seminar memberitahukan saya tentang bus ini. Tentu saya saya senang karena bus ini GRATIS sodara-sodara! Dan dapat wifi PERCUMA! 😀

Yang asyiknya lagi, bus GO KL melewati tempat-tempat yang biasanya dikunjungi oleh turis juga. Lumayan banget kan?

Continue reading

Advertisements

Cara Menuju KL Sentral dari KLIA/ KLIA 2


I’m brash and abrasive but that’s because I’ve noticed when people are nice and polite they never get anywhere (Mahathir Mohamad)

Saya sudah mengunjungi negeri jiran kita ini beberapa kali. Saya juga pernah sampai di Negeri Sembilan seraya memperhatikan persamaan dan perbedaan suku Minangkabau di Indonesia dengan saudaranya di tanah Malaka ini. Sebelumnya, kunjungan saya ke Malaysia bisa dikatakan kunjungan manja karena saya menginap di rumah teman/ kerabat dan kemana-mana diantar dengan mobil pribadi. Satu kesempatan lain ke Malaysia, tepatnya KL adalah sewaktu transit dalam perjalanan menuju Iran tahun lalu. Walaupun hanya beberapa jam, saya sempat menikmati ‘Semalam di Malaysia’ di Sepang dan tentunya sarapan dengan ‘Nasi Lemak’.

DSC_0439

Petronas Tower di malam hari

Continue reading

Pengalaman Ojek Online


Sebenarnya, saya dulu bukan penggemar ojek. Pertama, karena tarif ojek tidak pernah jelas dan suka-suka si pengendara saja. Kedua, tidak terlalu aman. Pengendara ojek seringkali tidak bisa diberi pemahaman tentang keselamatan di jalan raya.

Biasanya mereka berkilah, “Kalau gitu nggak sampai-sampai, Mbak. Habis waktu saya. Saya masih butuh cari lagi setelah ini.” Alasan yang bisa dimengerti tapi tentu saja bertentangan dengan standar keselamatan yang saya punya. Alhasil, saya jadi lebih senang naik si burung biru 😃.

Seiring dengan populernya ojek online di Indonesia. Saya pun penasaran. Ongkosnya sangat murah dan konon pelayanannya lebih bagus. Saya pun mencoba dan saya suka. Karena ongkos transportasi saya bisa berkurang 60% dan ternyata si abang ojek sangat bisa diajak berkompromi. Saya selalu bilang kepada mereka, “Kita hati-hati dan ikut rambu lalu lintas saja ya”. Mereka menyanggupi dan jadilah sekarang saya pemakai setia mereka. Untuk jarak yang lebih dari 5 km, saya masih lebih suka taksi atau layanan taksi online.

Continue reading

Shower di Penginapan, Amankah?


Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,

Setelah Om Cumi Lebay yang berpulang Maret 2017 lalu, dunia ‘ngebolang’ Indonesia kehilangan sosok inspiratif lainnya, Vindhya Birahmatika Sabnani, yang merupakan pendiri Ibu Penyu. Saya sendiri belum pernah ikut trip Bersama beliau, hanya melihat tulisannya di blog Ibupenyu.com dan kicauannya di Twitter @ibupenyu. Saya berencana untuk ikut trip bersama Ibupenyu selepas lebaran tahun ini…

Dikabarkan, Vindhya meninggal gara-gara kesetrum listrik di saat mandi. Temannya, berusaha menolong, namun malah ikut kesetrum. Keduanya akhirnya meninggal dunia…

Yang saya sesalkan, kenapa media mesti membuat beritanya menjadi bombastis sehingga khalayak menjadi beranggapan lain. Ditambah pula dengan embel-embel “tanpa busana”. Ya iyalah, namanya juga mandi…

Kesetrum, bagi saya, adalah hal yang cukup menyeramkan karena saya tak pernah tahu keberadaannya, kapan datangnya dan bagaimana cara mengidentifikasi bahwa ada arus listrik yang tidak pada tempatnya. Saya sendiri pernah kesetrum satu atau dua kali, tapi hanya sampai membuat kaget, deg-degan dan badan menjadi sedikit gemetar saja.

Continue reading

Cara Memesan Tiket Al Hambra Secara Online


Seperti yang sudah dituliskan di postingan sebelumnya tentang Al Hambra, ada beberapa cara yang digunakan untuk mendapatkan tiket Al Hambra, yang paling praktis menurut saya adalah dengan membeli online.

Pada tahun 2011, saya dan teman-teman mengunjungi Schloss Neuschwanstein di Jerman. Salah seorang di antara kami menganjurkan untuk membeli langsung saja karena menurutnya sedikit mengantri tidak apa-apa. Saya menurut, karena gak mau dibilang nyinyir 😛

Dan ketika kami sampai di sana, antriannya ternyata mengular kemana-mana. Walaupun sudah datang jam 11 siang ke lokasi, kami baru bisa masuk ke kastil rancangan Raja Ludwig II ini jam 5 sore. Untung saja daerah sekitarnya bagus, jadi kami gak terlalu mati gaya. And I have learned my lessons. Sejak saat itu, jika dimungkinkan untuk membeli tiket secara online, akan saya beli secara online. Dan oh iya, dan sejak saat itu, nyinyir dengan alasan ingin meningkatkan efektivitas bukan hal yang menakutkan lagi buat saya 🙂

Continue reading