Pengalaman Naik KLM KL-810, Jakarta – Kuala Lumpur


Eenzaam maar niet alleen (Koningin Wilhemnina van Nederland)

Bulan Agustus lalu, saya sempat ke Kuala Lumpur untuk mengikuti workshop PHAST & Safeti 8.0 yang diselenggarakan oleh DNV GL Malaysia. Saya beruntung sekali dapat mengikuti workshop ini karena dua software tersebut adalah software yang sangat ingin saya kuasai.

Saya lalu mencari tiket penerbangan di Traveloka. Ada banyak pilihan di sana untuk penerbangan dari Jakarta ke KL, mulai dari Malaysia Airlines, Air Asia, Malindo Air, Lion Air, sampai Singapore Airlines. Malaysia Airlines menawarkan harga yang cukup murah ketika itu, bahkan bisa 1 juta untuk PP. Tapi saya tidak terlalu tertarik.

Mata saya tertuju pada salah satu maskapai yang cukup familiar: KLM, alias Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, yang sekarang sudah bergabung di bawah bendera Air France KLM. Lalu saya ingat kalau saya belum pernah naik KLM, satu kali pun. Dulu, waktu masih jamannya bolak-balik ke Belanda, saya hanya menggunakan Emirates dan Singapore Airlines. Soalnya takut makanannya gak enak, hehe. Apalagi untuk perjalanan panjang, masa roti-roti doang, belum tentu halal pula 😊

Terus, kok ya rasanya kurang afdhol kalau sudah pernah tinggal di Belanda, tapi belum mencoba sekalipun maskapai nasionalnya.

Continue reading

Advertisements

Cara Menuju KL Sentral dari KLIA/ KLIA 2


I’m brash and abrasive but that’s because I’ve noticed when people are nice and polite they never get anywhere (Mahathir Mohamad)

Saya sudah mengunjungi negeri jiran kita ini beberapa kali. Saya juga pernah sampai di Negeri Sembilan seraya memperhatikan persamaan dan perbedaan suku Minangkabau di Indonesia dengan saudaranya di tanah Malaka ini. Sebelumnya, kunjungan saya ke Malaysia bisa dikatakan kunjungan manja karena saya menginap di rumah teman/ kerabat dan kemana-mana diantar dengan mobil pribadi. Satu kesempatan lain ke Malaysia, tepatnya KL adalah sewaktu transit dalam perjalanan menuju Iran tahun lalu. Walaupun hanya beberapa jam, saya sempat menikmati ‘Semalam di Malaysia’ di Sepang dan tentunya sarapan dengan ‘Nasi Lemak’.

DSC_0439

Petronas Tower di malam hari

Continue reading

Tentang Pramugari


Beberapa hari yang lalu, media massa Indonesia dan medsos dipenuhi oleh postingan tentang pramugari Garuda Indonesia yang mengendong seorang nenek yang mempunyai kesulitan untuk berjalan. Konon, sang nenek juga terburu-buru karena harus mengejar penerbangan lain. Karena kursi roda yang menjadi service belum datang juga, si pramugari dan seniornya berinisiatif menggendong si nenek. Aksi sang pramugari mendapat respon positif dari masyarakat luas. Mereka diundang makan bersama Bapak Menteri Perhubungan, dan diberi penghargaan. Kalau menurut hemat saya, sang pramugari hanya menjalankan tugasnya, tapi tampaknya tak semua orang juga yang tergerak hatinya melakukan hal yang sama, sehingga akhirnya dia layak mendapat penghargaan.

Alasan saya membuat tulisan tentang pramugari adalah karena pramugari merupakan bagian dari sebuah acara jalan-jalan jika kita menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Pemberi layanan pada kereta api dan bus kadangkala juga disebut pramugari atau pramugara, tapi pramugari yang saya maksud di sini adalah yang bekerja di pesawat terbang. Kenapa pramugari saja, tidak termasuk pramugara? Tidak ada alasan khusus, mungkin jika ada ide saya akan membuat tulisan tentang pramugara 🙂

Pramugari merupakan salah satu bagian terpenting dalam bisnis penerbangan, terbukti setiap review tentang suatu maskapai, tingkat pelayanan yang diberikan oleh pramugari kepada penumpang selalu diikutsertakan. Pantas saja, ada kategori World’s Best Cabin Crew dalam World’s Airlines Award. Garuda Indonesia pun pernah mendapatkannya lebih dari satu kali.

Continue reading

Singgah di Muscat, Oman


mutama

Masjid Sultan Qabus, Muscat

Those who have achieved their dreams didn’t do it sitting in a comfort zone. They challenged the status quo

(Sheikh Khalfan Al Esry, an Omani personal development expert and former top engineer)

 Kami terbang ke Iran menggunakan Oman Air, dengan rute Jakarta- Kuala Lumpur-Muscat-Tehran. Rute Jakarta-KL menggunakan Malaysia Airlines, dan sisanya menggunakan Oman Air. Kenapa Oman Air? Karena itulah harga paling murah ideal yang bisa kami dapatkan saat itu. We didn’t choose the price; the price simply chose us, haha.

Setelah semalam di Malaysia, kami bertolak ke Muscat. Perjalanan memakan waktu 8 jam. Itu pertama kalinya saya saya menggunakan national carrier Kesultanan Oman tersebut. Kesannya sih oke-oke saja. Pramugarinya lumayan tegas. Seorang bapak-bapak di-‘kepret’ oleh seorang pramugari karena disangka mengambil fotonya tanpa ijin, haha. Untuk perjalanan pulang nanti sewaktu kembali menuju KL dari Muscat, ada sedikit drama yang mengecewakan sebagian penumpang maskapai ini, termasuk kami. Itu minority report dari trip ini dan akan jadi pelajaran buat saya di masa mendatang saja.

Singkat cerita, pesawat kami mendarat di Muscat International Airport (MCT) pada tengah hari. Muscat adalah kota transit sebelum terbang kembali menuju Tehran pada dini hari besoknya. Kami menggunakan kesempatan itu untuk mengitari ibukota Oman tersebut. Buat pemegang paspor hijau Indonesia, kita bisa membayar sebanyak USD 20 untuk aplikasi visa turis. Tidak ada paperwork dan interview apapun. Kita hanya membayar sebanyak jumlah yang diperlukan, lalu akan diberikan slip pembayaran. Kemudian slip dan paspor ini dibawa ke petugas imigrasi, paspor diberi stempel dan voila, selamat jalan-jalan di Oman!

Continue reading

Iran, The Land of the Aryans


Persepolis, Iran

Persepolis, Iran

Iran was already in my bucket list since long time ago but I had no chance (and budget) to execute it yet. Rich of history and culture, beautiful landscape, and amazing architecture were among the main things that interest me about Iran. And Iranians are so nice. I have some Iranian friends when I was in Delft and their spirit to learn is impressive. In addition, Iran is quite famous in Indonesia for many reasons. Long story short, I was really intrigued to see this country.

Continue reading