Schloss Neuschwanstein: Ceritera dari Negeri Dongeng


 img_0492

I wish to remain an eternal enigma to myself and to others (Konig Ludwig II von Bayern)

 

Hampir semua orang pernah mendengar cerita Cinderella atau menonton film-film klasik ala Walt Disney. Semua cerita tersebut melibatkan keluarga kerajaan di negeri dongeng dengan istananya yang khas: memiliki menara yang tinggi dan biasanya terletak di puncak bukit atau gunung dan di dekatnya ada danau yang dipenuhi angsa-angsa putih yang berenang di atasnya. Saya pernah bertanya-tanya apakah tempat seperti itu benar-benar ada atau hanya ada di dalam khayalan pembuat film saja.

Ternyata Tempat Seperti Itu Benar-benar ada!

Tak sengaja saya pernah mem-browsing tujuan wisata di Jerman dan sampailah pada gambar Kastil Nueschwanstein. Saya terpana sejenak mengagumi kecantikannya. Lalu membulatkan tekad untuk melihatnya secara langsung. Alhamdulillah, segala kemudahan datang menghampiri sehingga saya bisa menyusun trip kecil dengan jadwal yang lebih cepat dari yang saya duga. Kastil ini terletak di dekat Munich, di sebuah desa yang bernama Schwangau. Sebelumnya, Munich bagi saya hanya identik dengan Uni Hitri (yang selalu dijanji-janjikan untuk dikunjungi, hehe), TU Munich dan FC Bayern Munich.

Ludwig II von Bayern

Kastil Neuschwanstein adalah salah satu dari serial karya negeri dongeng dari Konig Ludwig II von Bayern selain Herrenchiemsee Palace yang merupakan replika dari Istana Versailles (Perancis), Linderhof Castle yang bergaya neo-France Rococo. Ludwig juga menambahkan Winter Garden pada Residenz Palace, istana Bavaria terbesar di kota Munich. Karya yang mungkin paling spektakuler, Fakelstein Castle, tidak sempat direalialisasikan karena Ludwig keburu meninggal.

Terlahir sebagai putra mahkota, Ludwig (1845-1886) selalu diingatkan akan kedudukannya sebagai pengganti ayahnya, Maximillian II. Sayangnya, Ludwig tidak begitu tertarik dengan ilmu pemerintahan, politik, ataupun pertahanan. Dia lebih menyukai seni teater, puisi, sastra dan hal-hal yang bersifat seni. Karena ini pula, hubungan Ludwig dengan ibu kandungnya selalu tegang.

Setelah ayahnya meninggal, Ludwig diangkat menjadi raja Bavaria. Namun dia tetap tidak punya ketertarikan kepada pemerintahan. Dia hanya sibuk dengan opera dan mendatangkan Richard Wagner, seniman opera favoritnya untuk tinggal bersamanya. Ludwig pun mulai menyiapkan pembangunan bangunan-bangunan fantasi dan salah satunya khusus didedikasikan untuk opera-opera Richard Wagner. Bangunan tersebut adalah Kastil Neuschwanstein. Tak heran, interior kastil ini dipenuhi oleh karakter-karakter dari opera-opera tersebut.Karena sama-sama menyukai puisi, Ludwig dikenal sangat dekat dengan sepupunya, Ratu Elizabeth ‘’Sissi” dari Austria.

Walaupun kastil dan istana tersebut dibangun dengan uang pribadinya sendiri, kabinet Bavaria tetap protes akan hobi rajanya itu karena Ludwig hanya menghabiskan waktunya untuk kesenangannnya sendiri. Ludwig dinyatakan gila dan dianggap tidak layak memimpin Bavaria walaupun sebagian besar rakyat menyukainya karena sikapnya yang supel kepada semua orang.

Tanggal 12 Juni 1886, Ludwig diciduk dari Kastil Neuschwastein (yang waktu itu belum selesai) dan dibawa ke Castle Berg, daerah di Selatan Munich. Sehari setelahnya, Ludwig ditemukan tewas di Danau Starnberg yang terletak di dekat Castle Berg bersama psikiaternya, Dr Gudden. Walaupun dikenal sebagai perenang yang tangguh, secara resmi Ludwig dinyatakan meninggal karena terbenam. Penyebab kematian Ludwig yang sebenarnya tetap menjadi misteri. Ia tetap hadir di hati warga Bavaria. Sampai sekarang, cerita-cerita kecil tentangnya tetap muncul di beberapa surat kabar di wilayah Bavaria. Ludwig tidak pernah menikah. Dia sempat bertunangan dengan adik Sissy namun kemudian memutuskannya.

Tambahan dari Uni Hitri:

Film-film tentang Ludwig dan Sissy tetap diproduksi di Jerman dan Austria dalam berbagai versi.

How to Get There

img_0279

Menuju Fussen

Kastil Neuschwanstein dan Hohenschwangau (dibangun oleh ayah Ludwig) terletak di desa Schwangau, di dekat Fussen, sekitar 3 km dari perbatasan Jerman-Austria. Supaya irit, perjalanan dari Munich ke Schwangau lebih hemat menggunakan Bayern Ticket. Tiket ini berharga 29 Euro, yang berlaku untuk 5 orang, dan bisa digunakan di seluruh wilayah Bavaria, untuk semua train dan bus, kecuali intercity trains, seperti IC, ICE atau EC trains. Tiket ini berlaku dari hari Senin-Jumat mulai jam 9 pagi sampai jam 3 pagi keesokan harinya. Untuk Sabtu, Minggu dan hari libur, tiket ini berlaku seharian penuh sampai jam 3 pagi keesokan harinya.

Jadi untuk bisa mencapai Schwangau dari Munich HBF, urutannya adalah sebagai berikut:

  • Munich HBF-Fussen : Regio DB, 2 jam, Bayern Ticket
  • Fussen-Schwangau: Bus RVA/OVG 78, 15 menit, Bayern Ticket, diturunkan di depan pusat informasi, ikuti petunjuk arah untuk mencari loket penjualan tiket

Untuk menuju Kastil Hohenschwangau bisa dilakukan dengan 10 menit jalan kaki atau 10 menit naik kereta kuda melewati Alpsee yang indah.

Untuk menuju Kastil Neuschwanstein bisa dilakukan dengan 35 menit jalan kaki atau 5 menit naik bus dan dilanjutkan dengan 10 menit jalan kaki, atau 20 menit naik kereta kuda (dilanjutkan dengan 5 menit jalan kaki). Jangan lupa mampir ke Marienbrucke untuk mengambil panoramic view Neuschwanstein Castle. Rute lengkap dan harga bus dan kereta kuda tersedia di pusat informasi dan loket pembelian tiket.

Website penting:

www.bahn.de

www.rvo-bus.de

Ticketing

Jika berkunjung di hari-hari biasa, mungkin tidak akan bermasalah dengan antrian. Jika datang pada long-weekend, lebih baik mem-booking daripada harus mengantri selama 1.5 jam. Waktu yang sangat cukup untuk menghabiskan segelas es krim dan menghabiskan setengah bekal snack :P. Tenaga yang harusnya disimpan untuk perjalanan yang ternyata cukup bikin gempor juga sudah terkuras di antrian panjang ini.

Info tentang reservasi, harga tiket dan waktu kunjungan bisa dilihat di website ini:

http://www.neuschwanstein.de/englisch/tourist/admiss.htm

What to wear

Kastil-kastil ini selalu bagus dikunjungi dalam kesempatan apapun. Sebelumnya, saya mengira ini adalah traveling cantik (tak banyak menguras tenaga, hanya perlu menjaga penampilan untuk tetap manis kalo difoto :D), tapi akhirnya saya memasukkannya ke dalam ke kategori traveling cukup gempor.

Perjalanan akan membutuhkan tenaga yang sangat banyak untuk berjalan kaki, baik itu mendaki bukit, menuruni lereng, menaiki berpuluh-puluh anak tangga di dalam kastil (paling tidak 4 tingkat di Neuschwanstein dan 3 tingkat di Hohenschwangau). Oleh karena itu, sebaiknya menggunakan sepatu olahraga atau sneaker yang benar-benar nyaman di kaki dan bercelana panjang. Jika khawatir dengan temperatur rendah, bisa disiapkan jaket.

img_0455

Mau bangun pagi dengan pemandangan seperti ini?

Tambahan

Di dalam kastil tidak ada lift, hanya anak tangga. Jadi pikirkan kembali jika ingin membawa bayi, anak kecil yang baru bisa berjalan, atau orang tua yang sudah susah berjalan.

Jika ingin melihat Schwangau dari atas, tidak ada ruginya mencoba cable car ini:

http://www.tegelbergbahn.de/

Lesson Learned

  • Secara umum, siapkan berbagai kemungkinan terburuk jika akan mengunjungi daerah yang sama sekali baru, baik itu tentang tiket ataupun transportasi. Saya biasanya akan menghindari segala macam bentuk kemungkinan antrian tiket. Jika ada reservasi online, saya akan lebih suka membeli lewat online walaupun itu kena charge 1 atau 2 euro. Antrian tiket benar-benar hal yang menjengkelkan dan bisa merusak rencana lainnya.
  • Kami masuk kastil Neuschwanstein jam 17.55. Sangat sore, sewaktu sampai kembali di Schwangau, bus menuju ke Fussen sudah tidak ada. Akhirnya kami harus naik taksi setelah melakukan sedikit mafia per-taksi-an melawan orang I*d*a, hehe…
  • Sebaiknya membawa makanan sendiri karena di sana tidak ada yang benar-benar menarik selera. Beruntunglah kami membawa rendang dan nasi sendiri. Mungkin satu rumah makan Minang perlu dibuka di sana :P. Ada Pretzel, semacam roti yang rasanya asing, tapi tak terlalu nendang :P. Itu lebih berasa snack buat saya.
  • Jangan remehkan anak kecil. Kami berkunjung ke sana bersama Ali, anak Uni Hitri yang baru berumur 6 tahun. Di awal keberangkatan, sempat khawatir apa dia bisa melewati perjalanan panjang dengan jalan kaki. Di perjalanan pulang menuju Munich, di saat semua orang sudah terkapar, Ali ternyata bahkan masih punya tenaga untuk sekadar meloncat-loncat. Padahal dia ikut berdiri di antrian bersama kami, mendaki bukit yang sama, menuruni lereng curam yang sama, dan naik-turun di tangga yang sama. Jadi, siapa yang harusnya dikhawatirkan? 😀
  • Perjalanan hidup Ludwig memang agak tragis. Dipaksa melakukan sesuatu yang bukan menjadi keinginan memang selalu membuat stress. Saya jadi bersyukur dikaruniai orang tua yang memberikan kepercayaan dan tanggung jawab penuh pada apa yang saya senangi.
  • Dianggap sering berfantasi, Ludwig dinyatakan gila oleh tim medis yang bahkan tidak pernah mengenalinya secara personal. Dia menghabiskan tabungan untuk membangun kastil-kastil khayalannya. Sekarang, banyak orang yang tergila-gila akan hasil karyanya dan beramai-ramai datang ke Bavaria. Kastil-kastil Ludwig telah menjadi sumber pemasukan yang besar untuk Bavaria.

Tambahan? Koreksi?

img_0468

Kastil Hohenschwangau

Advertisements

3 thoughts on “Schloss Neuschwanstein: Ceritera dari Negeri Dongeng

  1. Pingback: Cara Memesan Tiket Al Hambra Secara Online – Cerita Jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s