Pengalaman Toilet di Mancanegara


May your life be like toilet paper, long and useful 🙂 (unknown)

Toilet adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menjaga keseimbangan massa dan energi di dalam tubuh kita, kita harus mengeluarkan gas (berupa kentut atau sendawa), liquid (berupa pipis) dan bahan semi-solid (aka pup). Hehe, chemical engineer loh ini yang punya blog 😊

Saat traveling, toilet adalah salah satu item yang membuat saya harap-harap cemas, takut dapat yang kotor dan membuat selera makan hilang berhari-hari. Maklum, saya orangnya jijik-an luar biasa. Jangankan melihat output defekasi manusia yang asli, melihat gambar yang menjijikkan pun saya bisa mual sendiri. Dan jangankan melihat yang asli ataupun gambar, membayangkan saja pun bisa mual. Makanya saya tak suka ada pembicaraan yang mengarah ke toilet jika sedang makan, karena pikiran saya langsung menggembara kemana-mana 😛 Kata temen psikolog, saya punya daya imajinasi multicolor. Apapun itu, it is a blessing and a curse 😊

Continue reading

Advertisements

Pelecehan Oleh-oleh


dsc_0465

Oleh-oleh dari Iran

“Wahhh, gue titip apa ya dari KL?”, begitu respon seorang kenalan di kantor ketika tahu saya mau business trip ke KL.

“Gak bisa titip. Bawaan saya sudah berat. Lagian gak ada waktu”, balas saya enteng sambil tersenyum.

Yang bersangkutan kaget akan keterusterangan saya, haha. Dan memang, ketika balik, saya tidak membawa apapun. Trip allowance-nya aja belom diterima. Parah ya saya? Hehe, biarin!

Continue reading

Pengalaman Ojek Online


Sebenarnya, saya dulu bukan penggemar ojek. Pertama, karena tarif ojek tidak pernah jelas dan suka-suka si pengendara saja. Kedua, tidak terlalu aman. Pengendara ojek seringkali tidak bisa diberi pemahaman tentang keselamatan di jalan raya.

Biasanya mereka berkilah, “Kalau gitu nggak sampai-sampai, Mbak. Habis waktu saya. Saya masih butuh cari lagi setelah ini.” Alasan yang bisa dimengerti tapi tentu saja bertentangan dengan standar keselamatan yang saya punya. Alhasil, saya jadi lebih senang naik si burung biru 😃.

Seiring dengan populernya ojek online di Indonesia. Saya pun penasaran. Ongkosnya sangat murah dan konon pelayanannya lebih bagus. Saya pun mencoba dan saya suka. Karena ongkos transportasi saya bisa berkurang 60% dan ternyata si abang ojek sangat bisa diajak berkompromi. Saya selalu bilang kepada mereka, “Kita hati-hati dan ikut rambu lalu lintas saja ya”. Mereka menyanggupi dan jadilah sekarang saya pemakai setia mereka. Untuk jarak yang lebih dari 5 km, saya masih lebih suka taksi atau layanan taksi online.

Continue reading

Shower di Penginapan, Amankah?


Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,

Setelah Om Cumi Lebay yang berpulang Maret 2017 lalu, dunia ‘ngebolang’ Indonesia kehilangan sosok inspiratif lainnya, Vindhya Birahmatika Sabnani, yang merupakan pendiri Ibu Penyu. Saya sendiri belum pernah ikut trip Bersama beliau, hanya melihat tulisannya di blog Ibupenyu.com dan kicauannya di Twitter @ibupenyu. Saya berencana untuk ikut trip bersama Ibupenyu selepas lebaran tahun ini…

Dikabarkan, Vindhya meninggal gara-gara kesetrum listrik di saat mandi. Temannya, berusaha menolong, namun malah ikut kesetrum. Keduanya akhirnya meninggal dunia…

Yang saya sesalkan, kenapa media mesti membuat beritanya menjadi bombastis sehingga khalayak menjadi beranggapan lain. Ditambah pula dengan embel-embel “tanpa busana”. Ya iyalah, namanya juga mandi…

Kesetrum, bagi saya, adalah hal yang cukup menyeramkan karena saya tak pernah tahu keberadaannya, kapan datangnya dan bagaimana cara mengidentifikasi bahwa ada arus listrik yang tidak pada tempatnya. Saya sendiri pernah kesetrum satu atau dua kali, tapi hanya sampai membuat kaget, deg-degan dan badan menjadi sedikit gemetar saja.

Continue reading

IKEA, H&M, dan ZARA


Disclaimer:

Tulisan ini membahas perilaku dan pola pikir sebagian masyarakat Indonesia terhadap brand luar negeri, bukan menjelekkan brand yang disebutkan.

***

Sedikit intermezzo tentang tulisan jalan-jalan ke Spanyol yang tertinda-tunda terus.

Sebulan yang lalu, saya akhirnya bertandang ke IKEA Alam Sutera, sebuah toko furniture asal Swedia, yang sebenarnya juga menjual pernak-pernik rumah tangga dan beberapa jenis makanan. Ya, sejak Oktober 2014 silam, IKEA resmi hadir di Indonesia, dengan PT Hero Supermarket sebagai pemegang lisensinya. Sebelumnya, IKEA yang paling dekat dengan Indonesia adalah di Singapura. Sehingga sangat wajar, jika kita mengunjungi si Kota Singa, produk IKEA adalah salah satu barang yang kerap kali diminta sebagai oleh-oleh.

Continue reading