Bebas Visa ke Serbia buat Paspor Indonesia!


Per hari ini, 14 Oktober 2017, pemegang paspor Indonesia, termasuk yang hijau, diperbolehkan memasuki wilayah teritori Serbia selama 30 hari TANPA VISA!

Yeahh!

Berikut adalah pernyataan yang diambil dari laman resmi Ministry of Foreign Affairs of Republic of Serbia di sini:

At its meeting of 6 October 2017, the Government of the Republic of Serbia adopted the Decision on visa exemption for the nationals of the Republic of Indonesia, holders of ordinary passports. 

The Decision is published in the “Official Gazette of the Republic of Serbia” No. 090/2017 of 6 October 2017 and enter into force on 14 October 2017. Under the Decision, the nationals of the Republic of Indonesia can enter, transit through and stay in the territory of the Republic of Serbia without a visa, during a period not exceeding 30 days from the date of entry, within period of one year, if there are no hindrances defined in Article 11 of the Law on Foreigners .

Serbia adalah salah satu negara pecahan Yugoslavia yang beribukota di Beograd. Serbia sudah ‘exist’ sejak Zaman Besi lalu melewati Abad Pertengahan, lalu berada di bawah kekuasaan Hungaria dan Kesultanan Utsmaniyah, Perang Balkan, Perang Dunia I dan II sampai konflik Yugoslavia.

Negara ini benar-benar kaya sejarah dan patut dikunjungi!

Berikut adalah salah satu video yang ada di Youtube tentang Serbia:

Advertisements

Naik Bus Gratis GO-KL


Satu hal yang saya suka tentang Kuala Lumpur adalah banyaknya kesempatan untuk menghemat uang :D. Hal yang ingin saya bahas di sini adalah Bus GO KL.

Sebelumnya, saya tak tahu menahu tentang bus ini karena kunjungan ke KL sebelumnya selalu menggunakan mobil pribadi sehingga tak terlalu paham moda transportasi umum di KL. Lalu, seorang kenalan dari seminar memberitahukan saya tentang bus ini. Tentu saya saya senang karena bus ini GRATIS sodara-sodara! Dan dapat wifi PERCUMA! 😀

Yang asyiknya lagi, bus GO KL melewati tempat-tempat yang biasanya dikunjungi oleh turis juga. Lumayan banget kan?

Continue reading

Pengalaman Naik KLM KL-810, Jakarta – Kuala Lumpur


Eenzaam maar niet alleen (Koningin Wilhemnina van Nederland)

Bulan Agustus lalu, saya sempat ke Kuala Lumpur untuk mengikuti workshop PHAST & Safeti 8.0 yang diselenggarakan oleh DNV GL Malaysia. Saya beruntung sekali dapat mengikuti workshop ini karena dua software tersebut adalah software yang sangat ingin saya kuasai.

Saya lalu mencari tiket penerbangan di Traveloka. Ada banyak pilihan di sana untuk penerbangan dari Jakarta ke KL, mulai dari Malaysia Airlines, Air Asia, Malindo Air, Lion Air, sampai Singapore Airlines. Malaysia Airlines menawarkan harga yang cukup murah ketika itu, bahkan bisa 1 juta untuk PP. Tapi saya tidak terlalu tertarik.

Mata saya tertuju pada salah satu maskapai yang cukup familiar: KLM, alias Koninklijke Luchtvaart Maatschappij, yang sekarang sudah bergabung di bawah bendera Air France KLM. Lalu saya ingat kalau saya belum pernah naik KLM, satu kali pun. Dulu, waktu masih jamannya bolak-balik ke Belanda, saya hanya menggunakan Emirates dan Singapore Airlines. Soalnya takut makanannya gak enak, hehe. Apalagi untuk perjalanan panjang, masa roti-roti doang, belum tentu halal pula 😊

Terus, kok ya rasanya kurang afdhol kalau sudah pernah tinggal di Belanda, tapi belum mencoba sekalipun maskapai nasionalnya.

Continue reading

Cara Menuju KL Sentral dari KLIA/ KLIA 2


I’m brash and abrasive but that’s because I’ve noticed when people are nice and polite they never get anywhere (Mahathir Mohamad)

Saya sudah mengunjungi negeri jiran kita ini beberapa kali. Saya juga pernah sampai di Negeri Sembilan seraya memperhatikan persamaan dan perbedaan suku Minangkabau di Indonesia dengan saudaranya di tanah Malaka ini. Sebelumnya, kunjungan saya ke Malaysia bisa dikatakan kunjungan manja karena saya menginap di rumah teman/ kerabat dan kemana-mana diantar dengan mobil pribadi. Satu kesempatan lain ke Malaysia, tepatnya KL adalah sewaktu transit dalam perjalanan menuju Iran tahun lalu. Walaupun hanya beberapa jam, saya sempat menikmati ‘Semalam di Malaysia’ di Sepang dan tentunya sarapan dengan ‘Nasi Lemak’.

DSC_0439

Petronas Tower di malam hari

Continue reading

Bebas Visa ke Qatar!


Efektif sejak 9 Agustus 2017 waktu Qatar, otoritas Qatar mengumumkan bahwa Indonesia, bersama 79 negara lainnya mendapat visa waiver atau bebas visa untuk memasuki Qatar sebagai visitor selama 30 hari, baik untuk single trip atau multiple trips.  Setelah 30 hari habis, ada kemungkinan untuk memperpanjangnya lagi selama 30 hari lagi.

Menerut informasi yang tertulis di sini, visa waiver bisa didapatkan oleh pemegang paspor Indonesia sewaktu kedatangan di wilayah Qatar.

 

Senang? Tentu saja 🙂

Sumber berita: Detik.com, Qatar Airways.com