Lebaran van Oranje


Selamat Hari Raya Idul Fitri

Salamaik Hari Rayo

Eid Mubarak

Gezegende Suikerfeest

Ramazan Mubarak Kutlu Olsun

 

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah salah satu hari raya besar di dalam Islam. Di Indonesia, sepertinya hari raya inilah yang paling besar dan paling banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Terbukti bahwa pada hari raya ini, para perantau mudik ke kampung halaman masing-masing. Pemerintah beserta instansi terkait menyiapkan posko-posko khusus untuk mudik ini. Lebaran Idul Fitri dan mudik telah menjadi agenda rutin nasional setiap tahunnya.

Di negara lain, paling tidak Timur Tengah, lebaran haji lebih semarak perayaannya. Tapi entah lah, buat saya, keduanya sama pentingnya. Yang pasti, setelah bekerja, saya selalu mengambil cuti untuk kedua lebaran ini 😊

OK, balik lagi ke Lebaran Idul Fitri. Di antara sekian kali lebaran Idul Fitri, yang paling berkesan bagi saya adalah lebaran tahun 2011 atau 1432 H. Di Delft, kami merayakannya tanggal 30 Agustus 2011 sementara tanggal yang ditetapkan pemerintah RI adalah 31 Agustus 2011. Seingat saya, KBRI Den Haag pun memilih tanggal 30 Agustus 🙂

Saya masih ingat, sempat ada dualisme pendapat yang cukup alot di Indonesia tentang penetapan hari raya. Sampai-sampai, ibu salah seorang teman sudah menyiapkan masakan besar untuk hari raya dengan asumsi lebaran jatuh pada tanggal 30 Agustus. Ternyata tanggal yang ditetapkan pemerintah adalah 31 Agustus. Akhirnya, menu lebaran dijadikan menu sahur, hihihi…

Buat saya, hari lebaran tersebut menjadi istimewa karena saya juga wisuda pada hari itu. Lebaran Idul Fitri belum menjadi hari libur di kampus saya sehingga kami yang beragama Islam harus pandai-pandai saja menyiasatinya.

Pagi-pagi, saya sudah bangun. Lalu menuju kampus untuk mengurus beberapa berkas kelulusan. Setelah itu, saya kembali mengayuh sepeda menuju sebuah gedung olahraga yang akan kami pakai untuk menunaikan shalat Idul Fitri.

wisuda 4

Lekker! Kijk, vanuit Albert Heijn 😛

Walaupun lebaran adalah hari raya umat Islam, beberapa teman yang tidak beragama Islam biasanya juga datang dan ikut menikmati hidangan. Selain itu, saya juga melihat teman-teman sekampus dari negara lain yang kami ajak juga. Kebanyakan juga bukan beragama Islam lho. Bagi kami, setiap acara adalah untuk semua orang. Silaturahim dan hubungan baik antar sesama adalah hal yang paling penting, terlepas apa keyakinan mereka. Kondisi komunitas Indonesia Delft bukanlah yang paling ideal. Tapi saya cukup puas dengan semuanya.

Ah, jadi kangen Delft dan jadi kangen merantau lagi!

Setelah menunaikan shalat, kami menyantap hidangan yang sudah disiapkan sembari bertukar kabar dengan jamaah yang lain. Saya melihat rekan-rekan dari Amsterdam, Utrecht, Den Haag, Rotterdam, Schiedam, dan lain-lain.

Tak terasa hari sudah menjelang siang, saya pun meninggalkan acara silaturahim yang belum selesai, lalu bergegas menuju Stasiun Delft untuk menjemput teman yang datang dari kota lain yang akan menemani saya wisuda nanti.

Wisuda jenjang master di Belanda ternyata tidaklah semegah yang saya bayangkan. Tidak ada dandan heboh, baju bernuansa etnik, dan bahkan toga wisuda. Di dalam undangan yang saya terima, kami hanya diminta untuk memakai formal international attire, yang kurang lebih berarti rok dan blazer untuk wanita. Para pria lumayan formal juga: kemeja putih, blazer dan dasi.

Acara wisudanya juga tidak massal seperti di Indonesia. Acara wisuda saya hanyalah untuk international students saja, dan hanya untuk Fakulteit Technische Natuurwetenschapen – Faculty of Applied Sciences. Tapi tak apa, buat saya, yang penting adalah segera lulus  😊

Wisuda1

Meneer en mevrouw petinggi fakultas. Heel erg bedankt, allemaal!

Setelah pembagian sertifikat, minum-minum, dan tentunya foto-foto, acara wisuda selesai sudah. Iya, as simple as that. Dari segi efisiensi dan ekonomis, wisuda seperti ini adalah pilihan yang tepat. Tapi, gimana ya, setelah segala jungkir balik dan perjuangan, kok rasanya agak kurang ‘gong’ gitu ya, hehe. Walau bagaimanapun, saya tetap bersyukur bisa menuntut ilmu di TUD dan menyelesaikannya tepat waktu.

wisuda2

Selayaknya budaya Belanda, perayaan dimeriahkan dengan minum-minum, bukan makan-makan 🙂

Selanjutnya, saya menemani teman saya jalan-jalan di Centrum Delft. Sebenarnya kami juga berniat memenuhi undangan open house rekan-rekan Indonesia yang sudah dimulai pada hari itu. Tapi saya rasa itu bukan waktu yang tepat karena harus menyiapkan diri untuk satu interview pekerjaan pada keesokan harinya. Dan pada akhirnya, setelah melewati beberapa tahap, saya mendapatkan tawaran dari perusahaan ini. Alhamdulillah. Fiuh, benar-benar lebaran yang istimewa 😊

wisuda 3

Officially an alumnae di Hari Raya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s