Labbaikallah: Makkah


mk0

Ka’bah

Makkah, inilah kampung halaman Rasulullah saw. Ia lahir dan dibesarkan di sini. Dan hari Ahad, tanggal 13 April 2008 sekitar jam 10.00 malam, aku pun menginjakkan kaki di sana. Labbaika Allahumma Labbaik…

Haru, senang, bahagia, semuanya bercampur aduk tatkala kami dipandu membaca doa memasuki Makkah. Yah, inilah kota yang menjadi tempat yang menjadi kiblat kaum Muslim. Makkah, kota yang selalu dirindukan Rasulullah betapapun betahnya ia di Madinah. Aku pun merindukan kota ini karena di sinilah letak Baitullah, letak Ka’bah, letak kiblatku, dengan segala keutamaannya yang membuatku lebih dekat dengan Rabb-ku.

Continue reading

Advertisements

Labbaikallah: Madinah


md0

Salah satu minaret Masjid Nabawi

Madinah adalah salah satu dari 3 kota suci ummat Islam selain Makkah Al Mukarramah dan Jerusalem di Palestina sana.

Nah, kita sampai di Madinah hari Jumat pagi, 11 April 2008 sekitar pukul 3 pagi. Kita diinapkan di Hotel Al Haram yang terletak sekitar 100 meter dari gerbang masjid. Di jalan menuju masjid dari hotel, banyak sekali ditemui pedagang-pedagang yang menanti kita untuk “melontar Riyal” *pake istilahnya Uni Dina ;D*. Lucunya, para pedagang ini kadang fasih sekali berbahasa Indonesia. Sepertinya mereka sudah tahu bahwa banyak sekali orang Indonesia yang pergi ke sana untuk berziarah dan tentunya…belanja!

md1

Hotel tempat menginap

Di kota ini, kita mendatangi banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang dilewati Rasulullah saw. Haru sekali rasanya berada di tempat-tempat di mana beliau juga pernah berdiri, berjalan, duduk, dan beraktivitas di sana. Kalo pengen tau rasanya, sok atuh, datang dulu ke Madinah, susah juga nih digambarkan dengan kata-kata…

Continue reading

Labbaikallah: Jakarta – Jeddah


jd01

Masjid Terapung, Jeddah

Kamis, 10 April 2008, aku bangun pagi sekali. Sebelum tidur pada malamnya, aku malah sempat tidak bisa tidur karena cemas tidak bisa bangun tepat waktu keesokan harinya. Hmm, penyakit nervous sebelum menghadapi saat-saat penting ini tidak pernah bisa hilang :).

Ups, back to the topic lagi. Ya gitu, hari kamis itu aku bangun pagi sekali. Tahajud dulu biar segala sesuatunya berjalan lancar. Singkat kata, jam setengah 6 pagi aku sudah siap berangkat. Jam 6.15 pagi, aku berangkat menuju bandara. Ada 2 alasan aku berangkat pagi-pagi ini secara pesawatnya sendiri take off jam 13.20 siang. Pertama, Jembatan Tiga sedang diperbaiki dan banyak orang yang menyarankan agar aku berangkat awal kalo mau ke bandara. Kedua, aku belum ngumpulin koper ke secretariat MQ, jadi biar aku gak merepotkan petugas admin, maka panitia menyarankan agar aku datang lebih awal ke bandara.

Di luar dugaan, perjalanan ke bandara lancar sekali. Jam 7 kurang, aku sudah sampai di bandara. Namun, tidak ada penampakan panitia. Daripada bingung, aku pun menelpon salah seorang panitia dan aku disuruh mencari penjaga koper-koper Bandung yang sudah stand by di sana. Selesai titip koper, aku pun makan pagi dulu di KFC. Thus, ujian pertama pun datang. Sudah jelas-jelas aku yang datang duluan, petugas KFC malah lebih dulu melayani pelanggan yang antrian sesudah aku. Aku akhirnya memilih bersabar aja karena pelanggan tersebut memang sudah nenek-nenek. Innallaha ma’ashshabirin ^_^…

Continue reading