Tak Jadi Sendirian di Al Hambra


al0

Patio de los Arrayanes, Istana Nasrid

Menangislah seperti wanita untuk sesuatu yang tak bisa kau pertahankan sebagai (layaknya) laki-laki (Aisha al Horra, kepada anaknya Boabdil, emir terakhir Granada)

 

Tanggal 24 Februari 2010, saya bangun pagi sekali. Di luar, terdengar hujan gerimis. Saya bergegas untuk mandi dan shalat Shubuh. Walaupun menurut booking-an Hostelworld, kamar yang saya pesan mempunyai kamar mandi privat, ternyata tempatnya tidak di dalam kamar. Saya harus berjalan sekitar 7 meter menuju kamar mandi privat saya. Kamar mandi tersebut memang hanya untuk saya, tapi letaknya di luar kamar. Di dalam kamar hanya diberi wastafel kecil saja. Karena harga kamarnya murah, saya tak akan banyak tingkah untuk ini. Lagipula, kamarnya bersih dan nyaman kok.

Saya berjalan menuju jalan utama. Sampai di halte bus, sebuah minibus berhenti. Ini adalah bus yang akan mengantar saya menuju gerbang Al Hambra. Saya sudah mencari tahu tentang bus ini pada hari sebelumnya. Di pagi yang masih gelap dan ditambah hujan gerimis, tentu naik bus lebih menyenangkan ketimbang jalan kaki mendaki bukit.

Jadwal kunjungan saya ke Istana Nasrid adalah jam 8.30 pagi. Pembagian jadwal ini dimaksudkan untuk mencegahnya membludaknya pengunjung di Istana Nasrid. Jika pengunjung terlalu banyak, tentu risiko kerusakan yang disebabkan pengunjung juga besar. Untuk bagian lain dari Al Hambra seperti Benteng Alcazaba, Generalife, dan Istana Charles V bisa dikunjungi kapan saja.

Teman saya menganjurkan untuk membeli tiket secara online untuk menghindari antrian yang panjang sewaktu pembelian di loket. Saya mengikuti sarannya dan membeli tiket dengan kartu kredit keluaran bank dari Indonesia. Sekarang, pembelian tiket Al Hambra secara online bisa dilakukan  pada situs berikut:

www.ticketmaster.es

Ketika sampai di gerbang Al Hambra, saya melihat beberapa orang sudah menunggu di depan loket pembelian. Karena saya sudah membeli tiket sebelumnya, saya diarahkan petugas menuju mesin pencetak tiket. Saya disuruh memasukkan kartu kredit yang saya pakai untuk membeli di website beserta kode referensi. Lalu keluarlah 2 buah tiket, satu untuk saya dan satu untuk teman saya yang tidak jadi berangkat. Tiket yang sudah dibeli tidak bisa dibatalkan dan di-refund pada waktu itu.

Karena pembukaan gerbang masih lama, saya mencoba mengobrol dengan sesama pengunjung. Ada sekelompok orang Turki yang ternyata berasal dari Utrecht, Belanda. Mereka sedang liburan ke Andalusia. Sesudah Granada, mereka juga akan bertolak menuju Sevilla dan Cordoba.

Saya juga mengobrol dengan seorang ibu-ibu dari Mexico, namanya Alicia. Dia sedang ber-solo trip ke Spanyol. Trip ini merupakan hadiah dari suaminya. Sewaktu muda dan belum menikah, dia memang senang traveling sendirian. Sesudah menikah dan punya anak, dia menjadi ibu rumah tangga. Aktivitas solo traveling pun terhenti selama belasan tahun. Dia senang sekali ketika suaminya mau membiayai hobi lamanya ini. Suaminya berjanji akan mengawasi anak-anaknya dengan baik. Wah, jarang banget ya ada bapak-bapak yang mau melepas istrinya jalan-jalan sendirian.

Alicia ingin masuk Istana Nasrid pada pagi hari, tapi ternyata tiket yang dibelinya adalah untuk jadwal sore. Karena saya kebetulan punya satu tiket yang tidak terpakai, saya memberikan satu tiket kepadanya. Dia senang sekali, lalu mengajak saya untuk keliling Al Hambra bersama-sama. Saya mengiyakan dengan antusias. Saya juga senang, akhirnya saya punya teman berbagi untuk mengitari salah satu bangunan favorit ini! Dan tentunya, ada yang akan mengambilkan foto saya!

Tepat jam 8, gerbang utama dibuka, Alicia dan saya segera menuju Istana Nasrid yang legendaris itu. Sesudah Istana Nasrid, selanjutnya kami akan mengunjungi Istana Charles V, Benteng Alcazaba, dan terakhir Taman Generalife. Di depan Istana Nasrid, petugas memeriksa tiket pengunjung untuk memastikan bahwa mereka mematuhi jadwal yang tertera di tiket. Setiap pengunjung diberi jatah selama 30 menit di Istana Nasrid. Tapi Insya Allah cukup kok.

Begitu memasuki Istana Nasrid, saya terpukau! Ukiran-ukiran bermotif floral dan geometris pada dinding istana ini sangat detail dan mengagumkan. Memang ada beberapa bagian yang sudah tidak sempurna lagi, tapi saya memahami hal itu. Ini kan sudah berabad-abad. Al Hambra bahkan pernah melewati masa-masa terabaikan dan tidak terawat. Pemerintah Spanyol sepertinya sudah melakukan banyak usaha untuk melestarikannya.

Istana Nasrid dikabarkan dibangun pada masa Sultan Yusuf I yang memerintah pada tahun 1333-1354 M. Istana ini terdiri dari beberapa bagian utama, antara lain Mexuar – ruang semi publik dan administrasi, Torre de Comares, Patio de los Arrayanes, Hammam, Patio de los leones – kediaman keluarga kerajaan, termasuk harem, Palacio de Comares – kediaman sultan.al1

al4

Istana ini adalah yang paling cantik dibandingkan bagian lain Al Hambra. Seluruh bagiannya, baik itu dinding, keramik, langit-langit, mendapat sentuhan seni dekorasi interior Moorish. Di Patio de los Leones, terdapat beberapa patung singa, yang merupakan bahwa Istana Nasrid mendapat sedikit sentuhan budaya lain, dalam hal ini Nasrani, yang dibangun oleh putra Sultan Yusuf I, Sultan Muhammad V yang memerintah pada tahun 1354-1359 M dan 1362-1391 M. Kedua sultan ini kemudian selalu identik dengan pembangunan Istana Al Hambra.

al5

Patio de los Leones

img_0566

Perkampungan Albayzin dilihat dari Istana Nasrid

Air, yang menjadi ciri khas arsitektur Arab, juga digunakan untuk penambah keindahan. Kolam-kolam dan air mancur terdapat di beberapa bagian istana ini.

Beberapa sumber membahas tentang kalkulasi pembangunan Istana Nasrid ini. Dalam sumber-sumber tersebut disebutkan bahwa setiap sisi, tinggi, dan lebar bangunan Istana Nasrid mempunyai rumus tertentu. Saya tidak mengerti teknik bangunan. Tapi yang pasti, bangunan ini dibangun dengan perhitungan yang mantap, karena bisa bertahan berabad-abad.

al6

Saya senang sekali bisa bertemu dengan Alicia. Dia sangat cekatan menemukan spot-spot yang kece untuk berfoto. Dia juga penata gaya yang kreatif. Dan sepertinya, foto-foto jepretan dia lebih bagus daripada jepretan saya, haha. Dia sendiri tak lupa meng-update info kepada suami dan anak-anaknya di Mexico sana.

Setelah puas di Istana Nasrid (dan sepertinya lebih dari 30 menit), kami menuju Istana Charles V, yang dibangun sesudah masa Reconquista. Menurut pendapat pribadi saya, keberadaan Istana Charles V tidak lah begitu menonjol dibandingkan bagian lain dari Al Hambra. Tak berlama-lama di sini, saya dan Alicia segera menuju benteng Alcazaba.

al3

Palacio Charles V

Alcazaba bisa dikatakan sebagai bagian tertua dari Al Hambra. Penguasa Muslim dikabarkan sudah membuat benteng sendiri pada abad ke-9. Kompleks benteng yang bisa dilihat sekarang ini dibangun oleh Sultan Muhammad I bin Nasr yang memerintah pada tahun 1238-1273. Ada 3 menara di benteng ini, yaitu Torre Quebrada (Broken Tower), Torre del Homenaje (Keep Tower) dan Torre de la Vela (Watch Tower).

al9

Setelah puas melihat-lihat Alcazaba, kami berjalan kaki menuju Taman Generalife, yang berada di ujung lain Al Hambra. Jarak Al Hambra dan Alcazaba kurang lebih 800 meter. Di sepanjang perjalanan, terdapat kios souvenir, kedai makanan atau minuman, restoran dan café. Kami menemukan studio foto dengan kostum bangsawan Nasrid, lalu memutuskan berfoto di sana. Dan begini lah hasilnya 🙂

al2

Berfoto dengan kostum bangsawan Nasrid 🙂

Kami pun sampai di Taman Generalife. ‘Generalife’ berasal dari kata ‘Jannatal ‘Arif’, yang dibangun untuk memanifestasikan taman-taman surga. Pada masanya, Generalife merupakan tempat liburan musim panas keluarga sultan.

al8

Pada waktu ditemukan pada abad ke-19, Genelife sangat tidak terawat, seperti bagian Al Hambra lainnya. Bunga-bunga lalu ditanam. Air mancur dan hiasan air lainnya dipasang kembali. Sekarang ini, Generalife mungkin kalah indah dibandingkan Taman Keukenhof di Belanda. Tapi teknologi pengairan, tata letak dan arsitektur bangunannya bisa dibilang sangat maju pada masanya. Generalife merupakan taman tertua peninggalan kaum Moorish yang masih ada di daratan Spanyol.

al7

Kami bersantai-santai di Taman Generalife selama mungkin sambil menghabiskan bekal. Pengunjung lain juga terlihat bersantai. Selepas tengah hari, cuaca menjadi lebih cerah.

Alicia pamit kepada saya karena dia ada urusan lain. Kami lalu berpisah di gerbang depan. Saya mengatakan kepadanya bahwa saya senang bertemu dan berjalan-jalan dengannya.

Di gerbang depan sebelum pulang, saya memandang Al Hambra sekali lagi, memastikan bahwa saya sudah merekam setiap bagiannya di dalam memori saya. Jika ada kesempatan, saya ingin kembali suatu saat nanti.

Kunjungan ini juga membuat saya baper. Sesampainya di Delft, saya melahap apa pun bacaan dan dokumenter tentang Dinasti Nasrid, Islam di Eropa, Maroko, sampai Ratu Isabella dan Raja Ferdinand.

Dan Alhamdulillah. Mimpi masa kecil saya sudah kesampaian!

***

Pembelian tiket:

Ada beberapa cara pembelian tiket, yaitu:

  • Secara langsung di tempat pada hari yang sama,
  • Membeli di ATM Bank Caixa manapun,
  • Di Corral del Carbón, Mariana Pineda street (Granada).
  • Menelpon di 902 88 80 01/ Telephone Abroad: +34 958 926 031. Petugasnya bisa berbahasa Inggris, Spanyol dan Perancis.
  • Membeli secara online dengan kartu kredit di ticketmaster.es.

Terus terang, setelah saya coba, membeli tiket online ini agak tricky karena walaupun dipilih menu bahasa Inggris, kadang-kadang yang keluar adalah halaman berbahasa Spanyol.

Hasil exercise pembelian tiket online yang saya lakukan ini bisa dibaca di sini.

Tiket yang dibeli secara online bisa ditukar di mesin pencetak tiket yang terletak di dekat loket penjualan tiket.

Website yang bagus dibaca:

https://www.alhambradegranada.org

http://www.granadainfo.com/alhambra/advance.htm

Tips:

  • Kembali mengulang yang sudah disebutkan di postingan ini, sebaiknya tiket masuk dibeli secara online, apalagi untuk kunjungan di masa-masa peak. Pengunjung Al Hambra per harinya bisa mencapai 6000 orang per hari, konon. Untuk kunjungan pada masa musim panas, tiket sebaiknya dibeli 90 hari sebelum hari kunjungan.
  • Jadwal kunjungan untuk Istana Nasrid ketat sekali, yaitu 30 menit dan harus sesuai jam yang tertera di tiket. Saya menyarankan untuk mengambil jadwal kunjungan pertama (jam 8.30 pagi), supaya lebih santai mengunjungi bagian lain Al Hambra sesudah itu. Bayangkan jika jadwal kunjungan jam 10.00 dan pada waktu itu sedang berada di tempat lain. Saya sih berasa kagok.
  • Petugas pengecek jadwal kunjungan Istana Nasrid sangat disiplin. Patuhilah aturan.
  • Selain kunjungan pagi, ada juga kunjungan malam. Konon, ini juga tak kalah seru. Semoga saya diberi rejeki lagi ke Al Hambra, dan saya akan mencoba kunjungan malam.
  • Aktivitas yang paling banyak dilakukan di kompleks Al Hambra adalah berjalan kaki. Jadi sebaiknya pakailah sepatu yang nyaman di kaki.
  • Administrator Al Hambra sudah membuat kawasan ini cukup ramah untuk penyandang disabilitas.
  • Pemeriksaan tiket hanya dilakukan di gerbang utama Al Hambra dan check-point di Istana Nasrid. Bagian lain boleh dikunjungi kapan saja dan bisa masuk berkali-kali.
Advertisements

3 thoughts on “Tak Jadi Sendirian di Al Hambra

  1. Pingback: Cara Memesan Tiket Al Hambra Secara Online – Cerita Jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s