Lebih Lanjut tentang Tehran


dsc_0615

Azadi Tower, salah satu landmark Tehran

There are no incurable diseases – only the lack of will. There are no worthless herbs – only the lack of knowledge (Ibnu Sina)

Postingan ini untuk melengkapi postingan sebelumnya tentang Tehran yang ada di sini.

Selain istana peninggalan dinasti yang berkuasa di masa lalu, Tehran mempunyai beberapa daerah tujuan wisata yang lain, seperti taman, museum, bazaar dan lain-lain. Kebanyakan memang terbilang baru, namun tak kalah menarik.

Museum Nasional Iran adalah salah satunya. Museum ini dibangun pada tahun 1972, dengan gaya Sassanid. Museum ini berisi artefak sejak zaman purbakala sampai setelah masuknya Islam di Iran. Kami tidak memasuki museum ini karena tidak mempunyai cukup waktu. Lagipula, kami sudah melihat-lihat kota lain sebelumnya, dan sudah merasa cukup dengan semua itu.

tehr3

Museum Nasional Iran di Tehran

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Azadi Tower (Menara Kebebasan). Bangunan ini dibangun pada masa Shah Muhammad Reza Pahlavi, sebagai salah satu tanda untuk memperingati 2500 tahun Emporium Persia. Sebelum revolusi 1979, menara ini bernama Shahyad (Peringatan Shah). Menara ini bergaya Achaemenid dan Sassanid, dengan ukiran-ukiran khas Persia. Ornamennya diambil dari berbagai daerah di seantero Iran.

tehr4

Detail Azadi Tower

Pada waktu saya berkunjung, beberapa aktivitas maintenance sedang dilakukan sehingga saya tidak bisa mengambil foto dari banyak sudut.

Kami makan siang di Mellat Park, taman rekreasi paling besar di Tehran. Taman ini sangat bersih, besar dan nyaman untuk sekadar duduk-duduk atau piknik bersama keluarga. Di salah satu bagian terdapat tangga yang di kiri dan kanannya dihiasi dengan patung cendikiawan yang berasal dari Persia, seperti Hafez dan Ibnu Sina. Kami tidak mengitari seluruh pelosok taman ini, tapi keindahannya bisa dibayangkan. O, iya, tidak dikenakan biaya masuk. Semoga Indonesia mempunyai taman-taman yang bagus seperti ini kelak, Insya Allah.

tehr2

Kiri: Ibnu Sina; Kanan: Penyair Hafez

tehr6

tehr5Malamnya, saya juga sempat mengunjungi Tabiat Bridge bersama teman saya. Jembatan ini adalah jembatan penyeberangan terbesar di Tehran, yang menghubungkan 2 taman, Taleghani Park and Abo-Atash Park yang terletak pada sisi yang berseberangan. Jembatan yang dirancang oleh Laila Araghian, arsitek muda Iran ini dilengkapi dengan café dan bangku yang membuatnya lebih dari sekadar jembatan penyeberangan.

Saya tidak membawa kamera pada waktu itu, sayangnya. Dan kualitas hasil jepretan smartphone juga tidak bagus. Jadinya saya tidak punya hasil dokumentasi yang cukup representatif untuk mengilustrasikan jembatan modern nan sustainable ini.

teh1

Pemandangan Tabiat Bridge, Tehran

Di Tehran ini, acara jalan-jalan di Iran sudah benar-benar anti klimaks. Beberapa teman sudah mulai kangen dengan makanan Indonesia. Keesokan harinya, pagi sekali kami bertolak ke Imam Khomeini International Airport untuk menuju Muscat di Oman, lalu lanjut ke Kuala Lumpur dan Jakarta. Perjalanan panjang dan melelahkan, tapi itu adalah pilihan yang termurah di saat itu :P.

Iran adalah negara yang sangat indah, kaya dengan sejarah, penuh dengan bangunan-bangunan dengan arsitektur yang mengagumkan. Orangnya ramah dan sangat bersahabat.

Negara ini benar-benar underrated. Keindahannya tertutup awan sanksi, embargo dan berita-berita politik. Jika ada kesempatan untuk berkunjung lagi, saya akan kembali. Dan semoga ketika itu, Iran menjadi lebih baik.

Insya Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s