Abyaneh, Setitik Peninggalan Sassanid di Iran Modern


dsc_0447

Berfoto dengan pakaian tradisional Abyaneh, Iran. Saya memang suka mengkoleksi foto dengan pakaian tradisional lokal.

Sejauh yang saya ingat, perjalanan ke Abyaneh dari Yazd sangatlah panjang, walaupun saya melaluinya dengan tidur. Abyaneh terletak di Propinsi Isfahan. Lebih dekat dengan Kashan dan Isfahan tentunya. Perjalanan kami memang agak berputar, tapi sisi positifnya, saya jadi lebih lama mengitari Iran.

ab1

Kiri: Kamar Hotel; Kanan: Pemandangan di depan hotel

Kami sampai di Abyaneh di malam hari dan langsung check-in di sebuah hotel. Karena tidak melihat ada pengunjung lain, saya kira hanya kami saja yang menginap di situ. Setelah menikmati makan malam yang lezat, saya segera tidur. Saya sudah cukup lelah dan jenuh ketika sampai di Abyaneh, tapi keinginan untuk melihat desa tradisional Iran tersebut mengalahkan semuanya. Abyaneh sedang diajukan menjadi UNESCO World Heritage Site.

Abyaneh terletak di lembah pegunungan Karkas, Propinsi Isfahan. Abyaneh berdekatan dengan Natanz, salah satu pusat pengembangan tenaga nuklir Iran, dan sempat menjadi topik hangat. Tapi pusat nuklirnya sama sekali tak kelihatan dari jalan yang saya lalui.

Mereka yang mengerti Bahasa Farsi akan segera mengetahui bahwa bahasa yang mereka gunakan menggunakan dialek yang berbeda, dialek yang digunakan oleh bangsa dari Dinasti Sassanid, dinasti yang berkuasa di Persia tepat sebelum masuknya Islam ke sana.

ab3

Bersihnya…

Ada dua teori yang saya dengar. Yang pertama, mereka adalah orang-orang yang melarikan diri untuk menyelamatkan agama Zoroaster yang dipeluknya dari penguasa Islam. Mereka menyepi di lembah tersebut berabad-abad sampai terisolasi dari dunia luar dalam jangka waktu yang lama. Kedua, mereka sudah berada di lembah itu sejak lama. Karena tempatnya yang jauh sekali, mereka tak tersentuh orang peradaban yang baru berabad-abad lamanya. Satu yang pasti, Abyaneh mempunyai banteng yang kuat sehingga memang susah dimasuki orang luar. Sisa-sisa banteng dari zaman Sassanid ini masih terlihat sampai sekarang.

dsc_0412

Pemandangan di seberang Abyaneh. Kelihatan puing-puing benteng pertahanan

Dari yang saya amati, Abyaneh sudah jauh lebih maju sekarang ini. Saya melihat pipa-pipa gas dan kabel-kabel listrik. Dan konon, jarang sekali listrik mati di Iran. Jalanan juga sangat bersih walaupun kesederhanaannya masih dijaga. Rumah-rumah yang mereka bangun bertingkat-tingkat mengikuti lereng gunung. Atap satu rumah akan menjadi teras rumah yang berada di atasnya. Abyaneh, sedikit banyak mengingatkan saya pada Al Bayzin, bekas perkampungan Muslim yang terletak di seberang Istana Alhamra, Andalusia Spanyol. Bedanya, Al Bayzin didominasi warna putih.

Orang asli Abyaneh dikenal sangat menghargai pendidikan. Kebanyakan dari pemudanya banyak menimba ilmu dan berkarya di kota-kota terdekat, seperti Kashan dan Isfahan. Mereka sangat menghormati dan menjaga tradisi. O, iya, baju pengantin perempuan biasanya diturunkan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Sehari-harinya, kaum wanita memakai baju dengan motif ramai dari kepala sampai ke mata kaki.

Menyusuri jalan-jalan setapak di Abyaneh rasanya seperti masuk ke perkampungan biasa saja. Kanan dan kiri terlihat rumah-rumah dan pagar-pagar yang dilapisi tanah liat. Pintu-pintu rumahnya mempunyai dua daun pintu. Jika anda wanita, anda harus mengetuk pintu daun pintu yang di sebelah kanan; dan laki-laki tentunya mengetuk daun pintu yang sebelah kiri. Ini bertujuan supaya pengunjung diterima oleh orang yang tepat dan untuk meminimalkan percampuran laki-laki dan perempuan.

ab2

O, iya, saya juga menyempatkan diri untuk menyewa baju tradisional Abyaneh seharga 50000 Rial Iran dan sepuasnya berfoto dengan kamera sendiri. Tempat kami menyewa baju yang dijaga oleh seorang nenek ini akan selalu saya ingat, haha. Pertama, dia mematok harga sesuai keinginannya sendiri. Kedua, beliau sempat menyandera anggota grup kami untuk membereskan baju-baju sewaan setelah kami selesai berfoto. Tapi tak apalah. Jujur saja, she made our day! Kami tertawa puas sekali setelah itu.

Begitulah Abyaneh, sekilas memang hanya terlihat seperti desa biasa. Nilai arkeologi, adat istiadat, baju, dan dialeknya yang unik membuat desa ini menjadi tak biasa. Saya hanya sebentar di sana, tapi kunjungan itu sangat mencerahkan sekali.  Untuk yang ingin bermalas-malasan dan beristirahat dari keramaian, desa ini adalah pilihan yang tepat.

Dari Abyaneh, kami melanjutkan perjalananan menuju Qom, kota suci bagi penganut Syiah.

Tips:

  • Bawalah barang yang diperlukan saja sewaktu menjelajahi Abyaneh. Air minum, kamera, topi lebar adalah hal yang sangat penting. Saya juga menemukan beberapa kios kecil penjual makanan di dalam desa.
  • Jika ingin berfoto dengan pakaian tradisional, pakailah celana panjang dan bawa peniti sendiri. Setidaknya ini pengalaman saya.
  • Ada beberapa tempat penyewaan baju, mungkin bisa di-google dulu mana yang bagus.
Advertisements

5 thoughts on “Abyaneh, Setitik Peninggalan Sassanid di Iran Modern

  1. Ternyata ke Iran seru ya? Aku jadi tambah mupeng nih ke Iran.#ngumpulinrecehlagi Aku juga Kalo dijalan suka tidur 😀 tapi tetep seru kan sampe tujuan. Oya mau tanya, apa nama hotelnya dan berapa permalamnya? Booking dulu atau goshow aja? Salam kenal lagi

    Like

    • Seru banget ke Iran! Worth it banget lah dikunjungi. Btw, ini masih ada beberapa postingan lagi tentang Iran.
      Kita kemarin ada yang atur soalnya disarankan begitu, ternyata Iran aman kok. Rate hotelnya bervariasi, tergantung lokasi, per kamar ada yang sekitar USD 30. Mungkin bisa di-browsing di internet 🙂

      Klo jalan2 yang lain, terutama yg le luar negeri, aku selalu atur dulu sebelumnya, gak pernah goshow, takut kenapa2 🙂

      Like

  2. Pingback: Tips & Trik Jalan-jalan ke Iran – Cerita Jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s