Kenapa Traveling?


20131218_151136

Hagia Sophia, Istanbul Turki

Traveling – it leaves you speechless, then turn you into a storyteller

(Ibn Batutah)

Sepertinya, traveling merupakan hal yang keren, beken, dan kekinian sekarang ini. Sampai detik ini, jarang sekali saya menemukan orang yang tidak suka traveling. Kalau pun tidak traveling, biasanya karena belum punya waktu dan budget saja.

Di media sosial, saya akan senang sekali jika ada yang mem-posting foto jalan-jalannya. Kalau bisa sih, jangan yang selfi-selfian. Saya senang kok melihat ada bahagia, tapi saya juga pengen liat latarnya 🙂

Buat saya, traveling lebih dari sekadar foto-foto ataupun memenuhi check-list negara yang sudah dikunjungi. Kalaupun saya posting foto di medsos, itu tidak lebih dari memberi ide dan inspirasi, siapa tahu ada yang ingin pula kesana. Traveling bukan pula ajang show-off kekuatan finansial. Na’udzubillahi min dzalik. Ada saat-saat kita di atas dan ada pula di bawah.

Buat saya, traveling berguna sekali untuk penyegaran pikiran. Setiap orang punya cara masing-masing untuk itu, entah berbelanja, makan, tidur atau memanjakan diri ke spa. Buat saya: traveling. Kemana saja, sekalipun itu naik Transjakarta bolak-balik dari Blok M ke Harmoni, haha.

Saya juga senang belajar tentang apapun yang berbeda dari saya, baik itu tentang budaya, pakaian, makanan, minuman, dan lain-lain. Saya tertarik sekali ingin mempelajari bagaimana orang di belahan dunia lain menjalani hidupnya dan kenapa mereka berpikir seperti itu. Dan traveling, adalah salah satu cara untuk memperhatikannya. Sewaktu di Turki, nasi yang dimasak oleh keluarga tempat saya tinggal diberi mantega dan daun-daun bumbu untuk dimasak. Terus terang, saya agak kesulitan menelannya.  Sewaktu saya memasak nasi putih ala Indonesia, mereka malah bingung dengan nasi saya yang tidak berasa apa-apa.

dsc_0534

Takabonerate, Sulawesi Selatan

Melihat daerah lain, terutama luar negeri juga membuat saya makin bersyukur. Kadang-kadang, beberapa hal yang kita termui di tujuan wisata lebih bagus daripada Indonesia, contohnya kebersihan yang lebih bagus, masyarakat yang lebih rapi, safety yang lebih terjaga, sistem transportasi yang efisien dan efektif.

Jangan salah, ada pula hal bagus di Indonesia yang tidak ada di negara lain. Ojek, misalnya. Saya suka memakai jasa ojek online karena cepat dan murah. Taksi di Indonesia juga relatif lebih murah. Tukang urut? Wah, cari di mana tuh? Haha. Walaupun dari segi medis entah bagaimana statusnya, tapi sejauh ini, tukang urut cukup ampuh untuk mengobati keseleo buat saya.

Traveling keliling Indonesia atau dunia adalah murni hak prerogatif masing-masing orang, tidak ada kaitan dengan cinta tanah air atau tidak. Saya cukup sering mendengar ketika ada yang ingin jalan-jalan keluar negeri, akan ada yang langsung menimpali dengan “Indonesia kan lebih bagus”. Iya, Indonesia bagus, tapi luar negeri juga bagus. Sama-sama ciptaan Allah ini. Selain itu, setiap orang kan punya seleranya masing-masing.

dsc_0514

Bernina Route, on the way to  Tirano, Italy

Punya rasa patriotisme sangat bagus, tapi apakah itu berarti apapun yang kita lakukan hanya berkutat tentang Indonesia saja? Buat saya sih tidak. Saya baru merinding dengar lagu Tanah Airku dan jadi baper dengar suara Saluang Minang baru ketika di Belanda. Dan hampir setiap pagi saya mendengar lagu-lagu Minang, haha.

Travel brings power and love back into your life (Rumi)

Trus, apakah traveling harus pergi ke suatu tempat yang jauh? Salah seorang teman saya punya pendapat yang sangat bagus. Menurutnya, kepuasan yang didapat pada waktu traveling bisa diperoleh dengan cara mengubah pola pikir kita. Jika kita mencoba melihat kota yang kita tinggali sehari-hari dalam kaca mata seorang turis, kita akan bisa menghargainya dengan lebih baik.

Seorang turis merasa waktunya di tempat liburannya sangat terbatas sehingga berusaha mempelajari sedetail mungkin supaya tidak ada spot bagus yang tertinggal. Nothing is taken for granted. Benar juga, ada beberapa tempat di Sumatera Barat yang belum saya kunjungi karena selalu berpikir bahwa waktu kesana akan selalu ada. Contoh lain, saya baru sempat mengunjungi Royal Delft Blue dan mengagumi karya-karyanya setelah pindah ke Rotterdam, padahal Royal Delft Blue tersebut hanya 5 menit jalan kaki dari student house saya sewaktu di kuliah di Delft! Alhamdulillah diberi kesempatan juga kesana 🙂

dsc_0928

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Perenang dan penyelam yang handal, hasil didikan alam

O, iya, saya juga ingin share tentang pengalaman beberapa teman yang inspiratif ketika traveling. Kenapa inspiratif? Karena mereka memberi manfaat kepada daerah destinasinya, seperti berikut:

  • Membawa hadiah untuk penduduk setempat, terutama jika berkunjung ke daerah terpencil. Buku, kacamata renang, baju renang anak perempuan, alat snorkling dan peralatan menyelam adalah beberapa hal yang diterima dengan antusias oleh penduduk setempat.
  • Mengajarkan Bahasa Inggris dan menawarkan bantuan belajar gratis kepada anak-anak setempat. Ini dilakukan oleh teman sekelas saya yang orang Belanda sewaktu berkunjung ke Lombok. Mereka memanfaatkan status ‘bule’-nya yang menarik perhatian dan menggunakannya itu untuk membantu anak-anak.
  • Mengumpulkan sampah yang ditemui di daerah tujuan. Atau paling gak, jangan nambah-nambahin sampah lah.
  • Menyediakan filter air bersih untuk penduduk setempat.
  • Memperhatikan masyarakat setempat lalu mempublikasikan lewat medsos apa saja yang diperlukan masyarakat tersebut.

Ada yang bisa menambah ide lagi?

Kalau pergi ke negara maju, apa dong yang bisa kita berikan? Mm, kalo menurut saya, jadi orang Indonesia yang baik saja. Karena walau bagaimana pun, kita menjadi semacam duta negara ketika berada di negara lain.

Oke, mari traveling!

I did not tell half of what I saw, for I knew I would not be believed (Marco Polo)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s