Health, Safety and Security Selama Traveling


img_1676

On the way to Aqaba, Kingdom of Jordan

Paspor hilang, kamera dilarikan orang, dan kecopetan adalah sebagian dari kekurangberuntungan yang terjadi selama traveling. Seorang teman kecopetan sesaat setelah dia mendarat di Bandara Schiphol. Yang lain harus pulang lebih awal karena anaknya sakit dan tidak bisa menemukan rumah sakit yang tepat.

Alhamdulillah, saya sendiri belum pernah mengalami musibah besar dalam perjalananan. Satu yang cukup ‘menyesakkan’, kamera saya tertinggal di rumah pada waktu berkunjung ke Belgia, tapi teman saya memperbolehkan saya mengambil alih kameranya. O, iya, pada kesempatan lain, lutut saya sakit akibat terlalu banyak berjalan di Paris. Dan itu adalah saat-saat di Eropa ketika saya sangat merindukan tukang urut 🙂

dsc_0103

Situ Patenggang, Jawa Barat

Berikut ada beberapa tips Health, Safety and Security pada waktu traveling. Walaupun kita tidak akan pernah menginginkan adanya kemalangan, tentu akan lebih baik meluangkan waktu untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Tindakan preventif yang berkaitan dengan Health (Kesehatan):

  • Bawalah pakaian yang cukup dan tepat untuk cuaca.
  • Bawalah obat yang kira-kira diperlukan secukupnya.
  • Coklat dan mie instant mungkin bisa disiapkan, kalau makanan yang halal tidak bisa ditemukan.
  • Untuk business trip, saya biasa membawa travel cooker, yang cukup untuk memasak nasi, mie instant dan telor ceplok, untuk satu kali makan.
  • Demi kenyamanan selera, saya selalu membawa saos cabe kemana-mana 🙂
  • Siapkan nomor telepon rumah sakit yang berada di sekitar destinasi, terutama jika membawa anak kecil.

Tindakan preventif yang berkaitan dengan Safety (Keselamatan):

  • Bawalah barang yang memang sanggup kita angkat untuk menghindari cedera.
  • Jika berada di hotel atau penginapan, perhatikan emergency exit dan hafalkanlah nomor telepon darurat.
  • Satu dari segi ergonomis, pakailah alas kali yang nyaman di kaki dan enak dipakai untuk berjalan.

Tindakan preventif yang berkaitan dengan Security (Keamanan):

  • Cek travel warning tentang daerah yang bersangkutan.
  • Hati-hati memesan penginapan, terutama di ***b*b. Pastikan dulu kamar atau apartemen yang di-booking benar-benar milik yang menawarkan rumah. Beberapa pemilik apartemen di Amsterdam mengaku banyak turis datang ke apartemen mereka dan sudah memesan secara online. Padahal, mereka sama sekali tidak pernah menawarkan propertinya untuk disewakan. Saya belum pernah memakai service ini, jadi tidak paham cara mengatasinya.
  • Simpan softcopy paspor, KTP, kartu keluarga, asuransi pada online storage atau draft email. Ini akan berguna jika kita kehilangan paspor di perjalanan dan harus meminta surat perjalanan kepada kedutaan atau konsulat.
  • Simpan nomor kedutaan yang terdekat dengan destinasi kita.
  • Pakailah singlet atau pakaian dalam yang ada kantongnya. Ini akan berguna untuk menyimpan paspor, duit yang tidak akan dipakai atau kartu kredit.
  • Berikan salinan dari itinerary kepada keluarga atau teman terdekat. Ini berguna untuk melacak keberadaan kita.
  • Jaga komunikasi dengan keluarga. Memberi update pada media sosial bukan hal yang buruk, tapi secukupnya saja. Kasihan follower-nya, hihi.
  • Jika mengunjungi toko untuk membeli souvenir dan disuruh masuk kebagian toko yang lain (contohnya gudang) dan tidak ada teman yang akan menunggui di luar, saya lebih memilih untuk menolak. Kalau disekap lalu diperdagangkan gimana coba? Mungkin ini horror banget, tapi itu bisa saja terjadi.
  • Pelajari daerah yang akan dikunjungi untuk mencari tahu bagian yang mana saja yang tidak dianjurkan untuk dikunjungi. Daerah yang sepi biasanya juga tidak mempunyai hal yang bagus untuk dikunjungi. Trust your gut!
  • Simpan uang di berbagai tempat. Saya biasanya menentukan jatah pengeluaran sehari dan itulah yang saya simpan di dompet luar. Selain aman, ini membuat saya menjadi lebih hemat.
  • Hati-hati jika ingin meminta bantuan orang lain untuk mengambil foto kita. Kalau kamera saya dibawa lari gimana? Saya sendiri lebih suka meminta bantuan dari sesama turis.
  • Jangan berbagi taksi dengan orang lain.
  • Jika negara yang akan dikunjungi tidak terlalu familiar dengan Bahasa Inggris, siapkan kalimat-kalimat dari Bahasa lokal yang kira-kira akan diperlukan.
  • Pepper spray mungkin bisa disiapkan. Tapi perlu diingat, ada negara-negara yang melarang penggunaan pepper spray, seperti Australia dan Iran.

Kalau terjadi kemalangan gimana? Keep calm dan percayalah semuanya akan baik-baik saja. Kehilangan paspor adalah salah satu hal yang serius. Menurut saya, segeralah pergi ke kantor polisi lalu kunjungi kedutaan atau konsulat RI.

Jika ditodong, berikan sajalah apa yang diminta. Daripada daripada…

Jika diculik? Berusaha lah kabur sebisa mungkin. Na’udzbillahi min dzalik…

Ribet banget? Keliatannya begitu, tapi sewaktu menjalaninya, ini hanya common sense saja. Lagipula, lebih baik menginvestasikan waktu untuk mempersiapkannya daripada capek hati dan pikiran sewaktu dihadapkan pada situasi sulit.

Any thoughts?

Advertisements

One thought on “Health, Safety and Security Selama Traveling

  1. Pingback: Barang yang Wajib Dibawa Waktu Traveling – Cerita Jalan-jalan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s