Labbaikallah: Madinah


md0

Salah satu minaret Masjid Nabawi

Madinah adalah salah satu dari 3 kota suci ummat Islam selain Makkah Al Mukarramah dan Jerusalem di Palestina sana.

Nah, kita sampai di Madinah hari Jumat pagi, 11 April 2008 sekitar pukul 3 pagi. Kita diinapkan di Hotel Al Haram yang terletak sekitar 100 meter dari gerbang masjid. Di jalan menuju masjid dari hotel, banyak sekali ditemui pedagang-pedagang yang menanti kita untuk “melontar Riyal” *pake istilahnya Uni Dina ;D*. Lucunya, para pedagang ini kadang fasih sekali berbahasa Indonesia. Sepertinya mereka sudah tahu bahwa banyak sekali orang Indonesia yang pergi ke sana untuk berziarah dan tentunya…belanja!

md1

Hotel tempat menginap

Di kota ini, kita mendatangi banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang dilewati Rasulullah saw. Haru sekali rasanya berada di tempat-tempat di mana beliau juga pernah berdiri, berjalan, duduk, dan beraktivitas di sana. Kalo pengen tau rasanya, sok atuh, datang dulu ke Madinah, susah juga nih digambarkan dengan kata-kata…

Masjid Nabawi

Masjid ini sangat indah dan modern. Halamannya luas sekali. Ruangan shalat laki-laki benar-benar terpisah dengan perempuan. Sebelum masuk, akan ada para asykariyyah (petugas perempuan) yang memeriksa barang bawaan dan badan kita. Mereka sangat tegas, jadi jangan harap bisa menyalahi aturan-aturan yang sudah ditetapkan. Tak lama sesudah melewati pintu masuk, kita akan bertemu dengan puluhan kran air zamzam yang bisa dipakai sepuasnya, baik untuk minum, mengusap wajah, dipercikin ke badan, diisikan ke botol buat dibawa pulang ato kalo mu diguyur boleh juga kali asalkan gak malu, hehe…

Masjid ini dilengkapi dengan 27 kubah yang bisa menutup dan membuka secara otomatis, 12 payung raksasa yang menutup dan membuka sesuai keperluan, 1 kubah Hijau Al Khandra’ yang dibawahnya terdapat makam Rasulullah saw, ratusan lampu kristal, dan ornament-ornamen yang terbuat dari emas. I don’t have any pictures about this masjid since we were not allowed to bring camera inside. Ruangan wanita terbagi atas 2 bagian, yang pertama bagian depan adalah tempat wanita yang tidak membawa anak-anak kecil. Yang kedua bagian belakang, yaitu tempat yang lebih direkomendasikan untuk wanita yang membawa anak-anak yang belum bisa diajak kompromi. Jika shalat sudah dimulai, dedek-dedek kecil ini mulai ‘koor’ demi meminta kembali perhatian ibu mereka :D. O, iya, pahala shalat di sini adalah 1000 kali pahala shalat di masjid biasa.

md2

Makam Rasulullah saw, Abu Bakar, dan Umar bin Khattab

Terletak di salah satu sudut masjid, dan dulunya merupakan rumah Rasulullah saw. Jangan harap bisa melihat tanah atau batu nisan ato selainnya karena sekelilingnya dipasang tirai dan dijaga ketat oleh para asykariyyah. Penjagaan seperti ini karena jasad beliau pernah akan dicuri sebanyak 3 kali sehingga pemerintah KSA membuat kebijakan demikian. And once you arrive there, you will feel that you recite shalawat really deeply. You will feel that Rasulullah is there, beside you. Allahumma shalli ‘ala Muhammad…

Raudhah (Taman Surga)

Terletak di sebelah makam Nabi. Sekarang, Raudhah ditandai dengan karpet yang berwarna hijau, sementara area shalat (yang perempuan) berwarna merah. Tempat ini tidak pernah sepi karena para pengunjung begitu ingin berdoa di dalamnya. Maklumlah, Raudhah adalah salah satu tempat mustajabnya doa. Di samping itu, Rasulullah juga pernah bersabda bahwa Raudhah (tempat antara rumah dan mimbarnya) adalah sebuah taman dari taman surga. Untuk jamaah laki-laki, pintu Raudhah bisa terbuka kapan saja asalkan Masjid Nabawi dibuka (kabarnya begitu, ane sendiri juga kagak pernah ke tempat laki-laki), sedangkan untuk perempuan, pintu Raudhah akan dibuka pada pagi hari (sekitar jam 07.00-09.00 pagi), siang (ba’da Zuhur ampe 13.30 siang), dan malam (ba’da Isya ampe jam 11 malam). Berdesakan? So pasti! Makanya, berangkatlah selagi kita-kita masih gagah perkasa ini 😀

Baqi’

Merupakan makam keluarga, istri-istri (selain Khadijah) dan para sahabat nabi yang wafat di Madinah. Terletak di samping kiri masjid Nabawi (dari arah depan).

Masjid Quba

Ini mesjid yang pertama kali dibangun Rasulullah. Shalat 2 rakaat di sini Insya Allah akan mendapat pahala seperti pahala umrah (HR. Ahmad, Nasa’I, Ibnu Majah dan Hakim)

Masjid Qiblatain (Masjid 2 kiblat)

Tempat diturunkannya ayat yang memerintahkan pergantian kiblat ummat Islam dari Masjidil Aqsha di Jerusalem ke Masjidil Haram di Makkah (QS. Al Baqarah: 144).

Masjid Khandaq

Kabarnya, masjid ini dibangun di atas parit yang dibangun atas ide Salman Al Farisi pada waktu perang Khandaq (parit) dahulu untuk melawan kaum kafir Quraisy dari Makkah dan kaum munafik Yahudi Madinah yang saling bersekongkol untuk memerangi kaum Muslimin.

Jabal Uhud

Merupakan tempat terjadinya salah satu perang yang dialami oleh Rasulullah. Pada perang ini, kaum Muslimin mengalami kekalahan setelah pada awalnya berada di atas angin. Karena ketidaksabaran dan ketamakan para pemanah Muslim atas harta rampasan perang, pasukan kafir yang dipimpin oleh Khalid bin Walid yang waktu itu belum masuk Islam berhasil memutarbalikkan keadaan. Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi turut gugur pada perang ini karena dibunuh Wahsi, budak suruhan Hindun binti ‘Uthbah. Nabi sendiri menderita luka parah pada bagian kepalanya. Sekarang, tempat ini dilengkapi oleh sebuah masjid, makam para syuhada Uhud, dan bukit pemanah (yang biasa didaki para pengunjung) yang dulunya merupakan tempat berdirinya para pemanah Muslim pada waktu perang Uhud.

Jabal Baidho (Bukit Magnet)

Ini sih bukan dalam rangka napak tilas Rasulullah saw secara fenomena bukit magnet sendiri baru tersohor sejak tahun 2002 lalu. Tapi beneran deh, bus yang kita naiki bisa bergerak sendiri tanpa ada tenaga dari mesin. Masya Allah…

md3

Kiri: Jabal Uhud; Kanan: Bukik Magnet

Pasar Kurma

Kebun dan tempat menjual kurma 😀

Museum Percetakan Quran

Di sini, kita bisa melihat galeri Al Quran tertulis maupun audio dalam berbagai bahasa dan ukuran. Pengunjung laki-laki diperbolehkan melihat-lihat ke dalam, sementara yang perempuan hanya di bagian galeri saja. Di sini juga dijual Al Quran, dan aku cukup puas dengan Al Quran saku yang kubeli dari sana, SR 12, halal! Made in Saudi Arabia 😀

Yuk, cuma segitu tempat-tempat yang sempat aku kunjungi ketika berada di Madinah. Pengalaman personal? Sangat banyak.

Ahad, 13 April 2008, jam 3 sore, kami meninggalkan Madinah. Sedih rasanya, 3 hari di sana, kami sudah terbiasa dengan rutinitas di Madinah: bangun dini hari trus ke masjid, tahajjud, shalat shubuh, balik ke hotel buat mandi dan sarapan, balik lagi ke masjid buat Dhuha, diselingi ama ‘melontar Riyal’, balik lagi ke masjid, berdesak-desakan menuju Raudhah, tilawah, tausiyah Aa Gym ba’da Ashar, dst. Ternyata, enak juga rasanya jadi orang yang rajin ibadah, hehe. Tapi apa daya, ada ritual yang lebih utama di Makkah: umrah.

Ya Allah, undang lagi aku ke Madinah dan jangan jadikan kunjungan ini sebagai kunjungan terakhirku…

Tempat mengambil miqat (mulai berihram) untuk jamaah yang berangkat dari Madinah adalah Bir Ali. Di sana, kami melaksanakan shalat tahiyyatul masjid, syukrul wudhu dan tentu saja shalat sunat ihram, dan niat pun dilafazkan, “labbaikallahumma ‘umratan”.

Tak lama kemudian, bus yang kami tumpangi melewati tanda “HARAM STARTS HERE”.

Labbaikkallahumma labbaik, labbaikka la syarika laka labbaik, innal hamda, wa ni’mata, laka walmulk, la syarika laka…

Dan kami pun menuju Masjidil Haram..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s